Darwati A Gani Pertanyakan Kasus Mahkamah Syar’iyah Bebaskan Paman Pemerkosa Keponakan  

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Angggota DPR Aceh, Darwati A Gani mempertanyakan perihal pembebasan terhadap DP, pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur sebut saja Bunga. Mirisnya lagi, korban tak lain adalah keponaannya sendiri.

Perlu diketahui, Mahkamah Syar’iyah Aceh akhirnya membebaskan terdakwa berinisial DP dalam kasus pemerkosaan terhadap keponaanya. Sebelumnya, DP sempat divonis 200 bulan penjara. Ia divonis bebas pada persidangan tingkat banding yang dipimpin Ketua Majelis Mishadurrin dengan hakim anggota masing-masing M Yusar dan Khairil Jamal. Dalam persidangan itu, Majelis Hakim menyatakan menerima banding yang diajukan terdakwa dan membatalkan putusan Mahkamah Syar’iyah Jantho nomor 22/JN/2020/MS.jth.

Baca : Mahkamah Syariah Gelar Sidang Kasus Pemerkosaan Anak dibawah Umur oleh Ayah dan Paman Kandung

Dalam putusannya, DP dinyatakan tidak terbukti bersalah memperkosa orang yang memiliki hubungan mahram dengannya dakwaan alternatif kedua, yang diatur dalam pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6

Advertisement

tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Sebelumnya, pada persidangan tingkat pertama di Mahkamah Syar’iyah Jantho ayah kandung korban juga dibebaskan.

“Ini putusan yang mengkhawatirkan bagi upaya hukum terhadap kasus-kasus kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak”, kata Darwati A. Gani pada Senin (24/5/2021).

Politisi PNA ini menjelaskan, dirinya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat yang mempertanyakan alasan hakim membebaskan pelaku dan bagaimana nasib korban ke depannya. Apalagi, ibu korban yang masih memiliki hubungan kerabat dengan pelaku juga dikabarkan sudah meninggal dunia.  Menurutnya, Aceh memiliki Qanun Jinayah yang salah satunya mengatur tentang jarimah pemerkosaan. Darwati berharap Qanun Jinayah harus benar-benar ditegakkan agar dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku pemerkosaan.

“Mahkamah Syar’iyah Aceh perlu segera memberi penjelasan kepada masyarakat mengapa pelaku dibebaskan. Karena ini terkait dengan kondisi korban yang pasti akan kembali mengalami ketakutan dan trauma”, pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT