Covid Mengajarkan Kita Makna Kemerdekaan

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...

Aceh-Sumut Bahas Persiapan PON

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) secara intens membahas persiapan penyelenggaraan Tuan Rumah Bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

Ini Jawaban Plt Gubernur Aceh Terkait Proyek Multiyears dan Dana Recofussing Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan jawaban hak interpelasi yang diajukan DPR Aceh, Jumat (25/9). Dalam sambutannya itu, Nova...

#Opini

Oleh : Dian Saputra

RISAU hati dari setiap pelosok negeri yang kian terus meluas, sehingga melahirkan tulisan ini. Awalnya risau itu hanya di kota metropolitan saja, namun belakangan ini telah menjuru ke berbagai daerah sehingga membuat semakin cemas.  Hadirnya juga tanpa kita banyangkan sebelumnya. Namun setelah   disadari bahwa, ua telah hadir ditengah – tengah kehidupan masyarakat kita, hingga barulah terasa. Ia pun mengguncang berbagai aspek mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan bahkan dari pertahanan.

Kita akrab menyapanya dengan sebutan Corona atau bahasa medisnya Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus ini bersifat menular dan menyerang sistem saluran pernapasan manusia, sehingga membuat korbannya sesak napas. Virus ini berasal dari negara Cina, tepatnya di pusat perdaggangan mereka dan dunia yaitu kota Wuhan. Siapa sangka bahwa virus tersebut yang awalnya hanya di kota Wuhan akhirnya sampai di negara kita dan negara – negara lainya.

Di Indonesia sendiri kasus positif telah mencapai ribuan jiwa. Disusul juga dengan kasus kematianya. Data yang dikutip dari satuan tugas penanganan Covid-19 Update terakhir 08-08-2020 adalah mencapai korban positif 123.503 sembuh 79.306 dan meninggal 5.658. Jumlah ini terus meningkat tiap harinya.

Pun demikian dampak yang ditimbulkan bukan hanya di bidang kesehatan saja namun juga telah menjalar keberbagai aspek.  Kita sebut saja ekonomi, hari ini akibat dampak yang ditimbulkan covid-19. Banyak perusahaan yang berhenti beroperasi. Alhasil, segala kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi, PHK kian meluas dan roda perekonomian tersumbat. Ini akibat seruan untuk dirumah saja. Yang lebih memprihatinkan ini juga diiringi oleh para pedagang kaki lima, UMKM dan bahkan yang bekerja di bidang jasa transportasi, mereka harus menjerit karena sepi pembeli dan juga sepi penumpang.

Tatanan  sosial pun demikian, masyarakat tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya hingga kebijakan social distancing menjadi tujuan agar covid-19 dapat ditaklukkan.  Lain dari itu lahirnya kebijakan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat yang berupa uang tunai (BLT) itu juga menghasilkan dampak buruk, walaupun tujuannya baik. Ini didasari oleh pertama adanya oknum yang ingin memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi, sehingga terjadi kasus – kasus tidak mengenakan antara kepala desa dengan warganya. Tidak dapat dielakan karena itu  salah satu yang sangat diharapkan masyarakat di tengah jepitan ekonomi akibat covid-19 ini.

Anjuran dirumah aja juga membuat membuat sistem pendidikan kita berubah drastis. Sekolah tatap muka diberhentikan diganti dengan sistem daring. Perubahan yang secara  mendadak ini  mengakibatkan problem baru. Mulai dari daerah perdesaan yang sulit sinyal sehingga tidak bisa melakukan sistem daring, keresahan para pelajar yang harus terus menyediakan kuota, kemudian ketidak siapan belajar daring karena “gagap internet”, hingga akhir puncaknya pada mereka yang tidak mampu secara materi yang tidak memiliki android atau laptop, sehingga tak jarang terjadi kasus pencurian, demi belajar secara daring.

Hirarki problem diatas hanya sebagai contoh ataupun sample dari berbagi macam dampak yang ditimbulkan oleh covid-19 ini.  Dan itu telah terjadi lebih kurang nya sekitar lima bulan, hingga menuju bulan dan hari sakral bangsa kita,  apakah kita terus begini?.

Dari kasus covid- 19 ini kita belajar dari kemerdekaan kita, bahwa kita telah merdeka secara fisik namun belum dengan mental kita. Kita juga harus belajar dari pendahulu bangsa kita, yang mana mereka lawan bukanlah sekedar virus tapi para perompak, yang terus menjajah tanah air kita. Bahkan itu bukan  hanya terjadi dalam hitungan bulan namun dalam hitungan ratusan tahun. Ditengah – tengah kemajuan para penjajah yang menjajah menggunakan alat canggih, sementara nenek moyang kita hanya menggunakan senjata bambu runcing.

Hal itu dapat membuat kita bangga, karena kita dapat mengalahkan mereka, selain dari strategi yang baik pahlawan kita, juga dibarengi dengan kerja sama yang terus membuat kita terkenang. Mereka yang memiliki kemampuan berdiplomasi seperti Soekarno terus membangun diplomasinya agar dapat membangkitkan bangsanya. Mereka yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan seperti misalnya Ki Hajar Dewantara  yang terus mencerdaskan bangsanya agar tidak kalah dan dibodohi dengan para generasi penjajah. Juga demikian dengan mereka yang ahli di bidang militer mengatur peperangan secara grilya seperti Jendral Sudirman misalnya. Hingga pada masyarakat yang biasa, mereka terus berusaha melawan penjajah dengan fisik dan bambu runcingnya terus semangat tak dihiraukanya lagi nyawa, yang ada dalam hati dan pikiranya adalah merdeka, hingga muncul kalimat “merdeka atau mati”.

Menjadi renungan buat kita, bahwa kemerdekaan selain dari strategi juga di iringi dengan kerja sama. Maka jika kita tarik dari kasus covid-19 adalah menjadi pelajaran tersendiri. Yaitu covid-19 mengajarkan kita makna dari kemedekaan  yaitu kerja sama, jika kita tidak demikian maka  sangat sulit kita untuk mengalahkan covid-19.

Bangsa kita saat ini sedang dijajah oleh virus covid-19 maka kita harus bekerja sama, bukan semata – mata tugas dari pemegang kekuasaan namun juga dari kita semua. Mulai dari pemerintah yang menganjurkan untuk menaati protokol kesehatan, kita sebagai masyarakat maka menaati himbauan pemerintah.  Antara si kaya memberi makanan untuk kebutuhan si miskin dan saling berbagi ditengah pandemi ini. Lagi – lagi covid-19 ini jika kita pandai menerimanya mengajarkan kita untuk saling berbagi juga.

Jika kita semua saling bekerja sama maka kehidupan New Normal yang himbaukan pemerintah berjalan lancar, sekolah dapat dibuka dengan menaati protokol kesehatan, juga demikian dengan para pekerja, terlebih pemilik kekuasan yang harus amanah dalam menyalurkan setiap kebutuhan masyarakat yang diberikan padanya, dan pada akhirnya segala problem akan terjawab, jika kita lakukan dengan kerja sama

Sehingga kita betul merasakan merdeka dan kemerdekaan yang kita raih bukan sekedar kemerdekaan dari penjajah, namun betul – betul merdeka juga dari segi mental masyarakat kita. Oleh sebab itu marilah kita bekerja sama untuk mengalahkan virus covid-19 ini, karna hanya dengan kerja sama kita dapat megalahkanya.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke -75, semoga kemerdekaan tahun ini dapat membawa kita bangkit dari setiap permasalahan dan membawa bangsa kita jauh lebih baik lagi kedepanya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...

Related Articles

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...