Buron 2 Tahun, Pelaku Rudapaksa di Aceh Besar Dibekuk Polisi

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

Sebelum Menikah, Mieke Amalia Ngaku Kumpul Kebo Bersama Tora Sudiro

JAKARTA - Mieke Amalia membuka masa lalunya dengan Tora Sudiro. Hubungan keduanya terjalin penuh liku. Mieke berselingkuh dengan Tora saat keduanya terlibat dalam satu proyek...

Kasus Covid-19 di Aceh Tembus 7.037, Banda Aceh dan Aceh Besar Tertinggi

BANDA ACEH - Kasus positif Covid-19) di Provinsi Aceh menembus 7.037 orang. Sebaran kasus terbanyak terdapat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Berdasarkan data...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Aksi pelarian pria berinisial AK (20) berakhir sudah. Ia berhasil dibekuk tim gabungan Ditreskrimum Polda Aceh, Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Baitussalam. Sebelumnya, pelaku rudapaksa ini sempat buron selama hampir 2 tahun di kawasan Lamteuba, Aceh Besar. AK berhasil ditangkap petugas di Gampong Tingkeum, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar pada Kamis (1/10) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha kepada awak media mengatakan, pelaku ditangkap di rumah neneknya.

“Saat hendak ditangkap, pelaku sempat mencoba melarikan diri lewat belakang rumah neneknya,” kata Kasat Reskrim AKP Muhammad Ryan Citra Yudha saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Sabtu (3/10)

Saat ditangkap petugas, pelaku mencoba kabur lewat belakang dengan cara melompati pagar namun terjatuh sebanyak dua kali. Saat pelaku terjatuh, petugas pun berhasil menangkapnya.

AKP Muhammad Ryan juga menjelaskan, polisi sempat beberapa kali mencoba menangkap pelaku, namun gagal. Selama ini, pelaku menetap di kawasan Lamteuba, Aceh Besar. Kegagalan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku karena kurangnya koperatif sikap warga disana. Sehingga, tanggapan dingin warga setempat membuat pihak kepolisian untuk menangkap pelaku selalu gagal. Menurutnya, saat polisi menanyakan keberadaan pelaku, warga mengaku tidak mengetahui keberadaannya.

Akhirnya, polisi pun memasukkan pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO). Tak hanya itu saja, identitas pelaku juga disebar di laman jejaring sosial. Lewat media sosial itu, katanya lagi, masyarakat kemudian memberi tahu bahwa pelaku sedang berada di kawasan Seulimuem.

“Selain di media sosial, DPO pelaku juga kita sebar di sejumlah tempat keramaian, kemudian kita mendapat informasi pelaku di rumah neneknya, sehingga kita lakukan penangkapan,” tambahnya.

Perlu diketahui, kasus pemerkosaan itu terjadi pada 6 November 2018 silam. Peristiwa abmoral itu bermula saat pelaku dan korban berkenalan di media sosial dan berlanjut ke pertemuan.

Setelah membuat janji, pelaku dan korban sepakat bertemu di kawasan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Setelah bertemu, pelaku akhirnya mengajak korban ke rumah kontrakannya tak jauh dari lokasi pertemuan.

Pelaku mengajak korban dengan alasan ingin mengganti pakaiannya. Namun setiba disana, pelaku mencoba menarik korban ke kamarnya untuk diajak berhubungan intim. Awalnya, korban sempat menolak dan melawan.

Namun pelaku tetap memaksanya, bahkan korban sempat ditampar pelaku karena menolak diajak bersetubuhan.

Usai pelaku melampiaskan nafsu bejatnya, korban mengalami trauma. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Baitussalam, Aceh Besar. Tak berapa lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap.

Dikarenakan pelaku masih di bawah umur, ia akhirnya dititipkan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) di Banda Aceh. Sepekan berada di lembaga itu, pelaku dilaporkan melarikan diri.

Usai melarikan diri, polisi pernah mencoba menangkap kembali pelaku, namun tak berhasil. Bahkan, orang tua korban berinisial AM sudah beberapa kali melalukan upaya agar pelaku ditangkap, namun selalu gagal. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

BERITA TERKAIT

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...