BNN Bongkar Penyelundupan Narkoba Jaringan Aceh – Malaysia

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan 31,4 Kg sabu dan 153,7 kg ganja. Barang haram tersebut diamankan dari hasil operasi penegakan hukum di lokasi berbeda.
Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan, narkoba jenis sabu-sabu dan ganja diamankan dari satu tersangka berinisial M alias Mus Cobra, warga Gampong Meunasah Aron, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.
“Jika dihitung 1 gram Rp 1 Juta, maka total harga sabu seharga Rp 31 Miliar. Itu belum termasuk ganja,” kata Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto saat menggelar konferensi pers dan sekaligus pemusnahan sabu dan ganja, Selasa (5/10/2021).
Baca : BNN Bongkar 324 Kg Sabu Jaringan Aceh-Thailand
Adapun pemusnahan narkoba itu dilakukan di Kantor BNN Aceh dengan cara diaduk dengan semen dan dibakar. Turut hadir Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Hayar.
Brigjen Pol Heru menjelaskan, tersangka M alias Mus Cobra ditangkap di kawasan Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar beberapa bulan lalu. Dari tangan tersangka, turut diamankan
30 bungkus berisi sabu-sabu dengan berat keseluruhan 31,4 kg. Kepada petugas, tersangka mengaku narkoba jenis sabu itu dikirim dari laut dan kemudian diangkut dengan angkutan darat. Petugas menduga, tersangka M alias Mus Cobra merupakan jaringan narkoba Malaysia – Aceh. Hal ini dibuktikan dari bungkusan sabu tertera tulisan Cina.
Advertisement

“Sedangkan ganja itu diamankan dari tersangka berinisial JAL dan DF. Keduanya merupakan warga Aceh Besar. Keduanya ditangkap di kawasan Batoh Banda Aceh.
“Kedua tersangka kita amankan di kantor perusahaan pengiriman barang dan jasa. Mereka hendak mengirimkan paket ganja tujuan Karawang,” ujar Brigjen Pol Heru Pranoto.
Dari kedua tersangka, petugas mengamankan 33 bal ganja dengan berat 36,2 kg serta 108 bal ganja dengan berat 117,5 kg.
Selain itu, petugas juga turut memusnahkan narkoba jenis sabu seberat 61 gram. Sabu itu diamankan dari tersangka berinisial DF.
“Tersangka diduga jaringan Lapas Narkotika Langsa,” tambahnya.
 Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 111 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 114 Ayat (2), dan Pasal 115 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka akan menjalani hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. []
 Laporan Asnawi Umar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT