Bejat! Tukang Gorengan Cs Sekap dan Perkosa Anak di Bawah Umur di Banda Aceh

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

Sebelum Menikah, Mieke Amalia Ngaku Kumpul Kebo Bersama Tora Sudiro

JAKARTA - Mieke Amalia membuka masa lalunya dengan Tora Sudiro. Hubungan keduanya terjalin penuh liku. Mieke berselingkuh dengan Tora saat keduanya terlibat dalam satu proyek...

Kasus Covid-19 di Aceh Tembus 7.037, Banda Aceh dan Aceh Besar Tertinggi

BANDA ACEH - Kasus positif Covid-19) di Provinsi Aceh menembus 7.037 orang. Sebaran kasus terbanyak terdapat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Berdasarkan data...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Tiga pelaku pemerkosa anak di bawah umur diringkus tim Satreskrim Polresta Banda Aceh. Ketiga pelaku berinisial TR (49) dan RS (34), warga kota Banda Aceh dan RR (20) warga Aceh Besar.

Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda. Pelaku TR yang berprofesi sebagai penjual pisang goreng ini ditangkap di warung miliknya di salah satu gampong di Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh pada 28 September 2020 lalu. Pada hari yang sama, pelaku RS dibekuk di wilayah Gampong Seulimuem, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Keesokan harinya, petugas menangkap pelaku RS di terminal Lueng Bata, kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Ruyan Citra Yudha kepada awak media mengatakan, ketiganya terlibat kasus pemerkosaan terhadap tiga anak perempuan, sebut saja Melati, Bunga dan Indah. Mirisnya lagi, ketiga korban masih berstatus anak di bawah umur.

“Korban berinisial Bunga dan Melati usianya delapan tahun, sedangkan korban lainnya berinisial Indah masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Muhammad Ryan Citra Yudha pada Selasa (6/10).

Bejatnya lagi, pelaku TR yang diduga sebagai aktor dibalik kebiadaban ini menyekap salah satu korban di dalam kolong rak gorengan miliknya di pinggir jalan kawasan Lueng Bata, Banda Aceh.

Berdasarkan kronologisnya, korban berinisial Bunga dan Melati awalnya hendak pergi ke warung yang tak jauh dari rumahnya. Kebetulan warung yang dituju kedua korban sedang tutup. Kedua korban kemudian mencoba beralih ke warung yang lain, ternyata warung tersebut juga tutup. Tak jauh dari lokasi itu, ternyata ada pelaku TR yang kebetulan sedang menjual pisang goreng.

Lantas pelaku TR mencoba memanggil kedua korban, yakni Bunga dan Melati. Saat korban menghampiri pelaku, ternyata ada satu korban lagi yang disekap dalam kolong rak milik pelaku TR. Korban berinisial Indah ini sudah disekap pelaku TR dengan kondisi menyedihkan. Bahkan mulut dan tangan korban diikat pakai lakban.

Kemudian korban Bunga dan Melayi juga bernasib sama, yakni diikat menggunakan lakban.

“Setelah itu, ketiga pelaku membawa korban ke area semak-semak yang berada di belakang warung milik tersangka TR. Ketiganya dicabuli dan disetubuhi,” kata AKP Muhammad Ryan Citra Yudha.

Dari hasil interogasi petugas, pelaku TR sebelumnya juga sempat melakukan perbuatan serupa. Pelaku TR juga ikut melakukan pencabulan terhadap dua anak laki-laki. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian masih menelusuri keberadaan dua korban lainnya yang telah menjadi korban asusila pelaku TR tersebut.

Dari hasil pengembangan, ketiganya juga sempat terlibat berbagai kejahatan. Pelaku TR sebelumnya tersandung kasus narkoba, sedangkan dua pelaku lainnya, yakni TS dan RR terlibat dalam kasus pencurian.

“Namun kedua pelaku yang terlibat pencurian ini tidak sempat diproses hukum karena telah ada upaya damai dengan korban,” tambahnya lagi.

Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 18 Jo Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

BERITA TERKAIT

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...