Asa Petani Dibalik Pandemi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Perjuangan petani di tengah pandemi Covid-19 memang tidak seperti paramedis yang berada di garda terdepan. Perlu diakui atau tidak, peran mereka dalam menyediakan stok kebutuhan pangan untuk masyarakat sangatlah besar. Apalagi di tengah wabah corona yang dikhawatirkan akan berimbas terhadap musim paceklik.

Bila dilihat dari segi kegigihan petani sebagai pensuplai pangan, mereka layak masuk dalam jajaran pahlawan. Selain tidak mendapat honor bahkan perhatian dari pemerintah, mereka berani mempertaruhkan modal di tengah pandemi. Ini semata-mata dilakukannya agar tersedianya kebutuhan pangan yang cukup.

Pantauan ACEHJURNAL.COM, pandemi Covid-19 memang tidak banyak berpengaruh pada aktivitas petani. Mereka tetap tegar tanpa melihat lesunya pasar. Yang mereka fikirkan hanya mengolah lahan, kemudian setelah panen hasilnya dijual untuk biaya hidup keluarga.

Salah satu petani, Maulana Zubir (25) menuturkan, berani merupakan modal awal untuk tetap bertahan meski ditempa badai corona.

“Pekerjaan kita kan mengolah lahan untuk ditanami. Saat pandemi seperti ini, kebersihan harus diprioritaskan. Salahsatunya tetap memakai masker. Yang penting tetap bertani,” ucap Maulana Zubir saat ditemui ACEHJURNAL.COM pada Minggu (1/11).

Di ladangnya di kawasan bantaran Krueng Aceh Gampong Limpok, Aceh Besar tersebut, Zubir bersama rekannya bercocoktanam cabai. Mereka tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah. Di lahan seluas sekira 1/4 hektare inilah, mereka menggantungkan harapan. Menurutnya, proses pengolahan tanah dibawah pimpinan pusat riset pengembangan pertanian organik Unsyiah kerjasama dengan Bank Indonesia.

Suasana kebun cabai milik Maulana Zubir di kawasan bantaran Krueng Aceh. Foto Taufik Ar Rifai
Suasana kebun cabai milik Maulana Zubir di kawasan bantaran Krueng Aceh. Foto Taufik Ar Rifai

Berbeda dengan dunia usaha lain seperti industri maupun perdagangan. Pasalnya, dunia pertanian tidak begitu banyak terpengaruh Covid-19. Hal itu dipengaruhi pola kerja dan tempat dalam pelaksanaan. Di sektor pertanian, jarang terjadi proses mobilisasi massa. Jikapun ada, tidak begitu lama. Itupun relatif aman bila dikaitkan dengan Covid-19. Karena selalu berhubungan dengan air dan tempat terbuka dengan tingkat curah matahari tinggi.

Jika dilihat dari harga pasaran, tambahnya, juga tidak berpengaruh. Karena harganya masih normal seperti biasa. Apalagi kebutuhan stok pangan di pasar di tengah pandemi ini semakin meningkat.

“Namun kabarnya akhir Desember 2020 ini, Pemkab Aceh Besar akan menertibkan kawasan di sepanjang aliran Krueng Aceh. Ini tidak jadi soal karena tanah hak guna usaha ini boleh digunakan oleh para petani,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT