Aceh Diusulkan Sebagai Konektivitas Investasi Halal di IMT-GT, Marthunis : Bentuk Halal Economic Powerhouse

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sebelumnya mengusulkan konektifitas bisnis dan ekonomi halal pada Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Dalam usulan ini, Gubernur Aceh meminta kerjasama dengan kepulauan Andaman dan Nikobar, India sebagai inisitif baru dalam kerjasama investasi.

“Kami berharap dapat memperluas IMT-GT Koridor Ekonomi sebagai IMT-GT Plus termasuk Andaman dan Kepulauan Nicobar sebagai inisiatif baru untuk bisnis konektivitas. Inisiatif yang disampaikan oleh Gubernur Aceh adalah pembentukan Halal Ekonomic Poerhouse (HEP).,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Banda Aceh, Kamis (19/11) lalu.

Baca : Gubernur Aceh Usul Konektivitas Bisnis dan Ekonomi Halal di IMT-GT

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal (PPIM) DPMPTSP Aceh, Marthunis Muhammad menjelaskan, usulan yang disampaikan Gubernur Aceh sangatlah wajar. Peluang ini bisa berdampak positif terhadap kemajuan bisnis investasi halal di kawasan pendudukan Muslim dunia terkonsentrasi di Indonesia, Asia Selatan dan Timur Tengah. Marthunis merincikan, hasil laporan state Laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) Tahun 2020/2021 menyebutkan bahwa pengeluaran global untuk produk halal pada tahun 2019 sebesar US$ 2,02 Trilyun, meningkat sebesar 3,2 persen dari tahun 2018.

“Laporan ini memprediksikan pada tahun 2024 pengeluaran untuk produk halal ini akan mencapai 2,3 Trilyun dengan rata-rata pertumbuhan 3,1 persen,” ujar Marthunis Muhammad.

Baca : Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

Advertisement

Ia menjelaskan, pertumbuhan ini mengalami koreksi dari perkiraan Laporan SGIE tahun sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan konsumsi produk halal sebesar 5,2 persen. Penurunan ini akibat terjadinya masa pandemi Covid-19 sehingga berdampak fatal pada melemahnya belanja produk halal sebesar 8 persen.

Di sisi internal, Indonesia, Malaysia dan Thailand dianggap telah berhasil menikatkan kontribusi dalam ekonomi halal global. Pasalnya, selama ini Malaysia berhasil mempertahankan peringkat pertama dalam peringkat Global Islamic Economi Indicators. Sementara Indonesia mengalami peningkatan dari peringkat 5 menjadi 4 menggeser Bahrain. Begitu juga dengan Thailand yang dianggap mengalami kenaikan secara signifikan. Menurutnya, Thailand selama ini telah berhasil meningkatkan taraf perekonomian berbasis halal di sektor finansial, makanan halal, pariwisata, obat-obatan dan komestika halal.

Baca : Kadisbupar : Aceh Aman Untuk Investasi Sektor Pariwisata

“Dari hasil fakta itulah dapat disimpulkan menjadi sebuah kekuatan atau modal dasar bagi ketiga negera IMT-GT tersebut untuk menjadi mesin penggerak ekonomi halal global. Apalagi Aceh yang dikenal memiliki otoritas Syariat Islam sangat berpotensi untuk meningkatkan investasi halal. Salah satu sektor ril untuk investasi halal yang ditawarkan di Aceh adalah pariwisata halal dengan konsep religi,” pungkasnya. []

Baca : Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT