JAKARTA – Ada tiga jenis puasa yang bisa diamalkan di bulan maulid Nabi Muhamad tahun ini. Puasa-puasa ini merupakan puasa sunnah.
Artinya, dikerjakan akan mendapatkan pahala, tapi jika tidak dilakukan pun tidak akan berdosa.
Puasa di bulan maulid ini selain sebagai upaya untuk meningkatkan ibadah, juga sebagai rasa syukur terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal.
Baca juga Melihat Kemeriahan Warga Tangse Rayakan Maulid Nabi
Kelahiran Nabi sendiri tanggal 12 Rabiul Awal dan tahun ini bertepatan pada 19 Oktober 2021. Meskipun begitu, pada dasarnya tidak ada anjuran spesifik terkait puasa Maulid Nabi.
Ustaz Hengky Ferdiansyah Lc, MA mengakui tentang ketiadaan istilah puasa maulid. Nanun hal itu juga tidak lantas diharamkan.
Untuk keterangan lebih detil dan lengkap terkait puasa Maulid Nabi, silakan baca tautan di bawah ini tentang puasa maulid Nabi.
Baca Toet Leumang, Tradisi Warga Tangse Sambut Maulid Nabi
Ada tiga puasa di Bulan Maulid Nabi, yakni :
Pertama, Puasa Nabi Daud.
Ini merupakan salah satu puasa yang bisa dilakukan di bulan Maulid Nabi. Hal ini berdasarkan Sabda Nabi Muhammad tentang puasa Daud yang ternyata puasa yang digemari oleh Allah.
“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur di seperdua malam, bangun pada sepertiganya, lalu tidur seperenamnya.” (HR. Bukhari)
Niat puasa Daud: Nawaitu Shouma Daawuda Sunnatan Lillahi Ta’aala
Artinya: Aku niat puasa Daud, Sunnah karena Allah Ta’ala.
Kedua, Puasa Sunnah Mutlak
Puasa mutlak adalah puasa yang tidak terikat waktu. Puasa ini bisa dilakukan kapan saja asal tidak di waktu dilarang berpuasa seperti di hari Idul Fitri dan Adha maupun di Hari Tasyriq (tiga hari usai Idhul Adha).
Niat puasa mutlak: Nawaitu Shoma Ghodin Lillahi Ta’ala. ”Aku Berniat Puasa Esok hari karena Allah Ta’ala’.
Ketiga, Puasa Senin – Kamis
Ini merupakan salah satu puasa sunnah yang paling populer di masyarakat kita. Pada bulan Maulid Nabi, anda bisa memperbanyak untuk melakukan amalan ini karena Rasul pun menyukai berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada Senin dan Kamis, maka aku (Resulullah) suka jika amalanku dihadapkan sementara aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi).



