Acehjurnal.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga desa di Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, sejak Selasa (19/8/2025). Peristiwa ini telah menghanguskan lahan seluas 72 hektar hingga Senin (25/8/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat karhutla terjadi tepatnya di Desa Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Pada hari pertama, luas area yang terbakar hanya sekitar 15 hektar, namun terus meluas dalam sepekan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBA, T Nara Setia, mengonfirmasi perkembangan karhutla melalui pesan WhatsApp pada Senin (25/8/2025). “Kebakaran terus meluas, memasuki hari ketujuh lahan yang terbakar sudah mencapai 72 hektar,” ujarnya.
Nara menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim gabungan hingga kini masih berjibaku memadamkan api yang terus menyebar di lokasi kejadian.
Menurut laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan, gumpalan asap masih tebal terpantau di area kebakaran. Titik api masih aktif ditemukan dengan cuaca dalam kondisi panas yang memperparah situasi.
Nara menjelaskan kendala yang dihadapi tim pemadam. “Kendala sumber air kurang, arah hembusan angin kuat yang bisa mempercepat penyebaran api,” jelasnya mengenai kondisi lapangan.
Hingga laporan ini dibuat, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 45 persen area yang terbakar. Namun, titik api justru bertambah berdasarkan pantauan fireguard hotspot.
“Titik api bertambah dari pantauan fireguard hotspot menjadi 36 titik (26 titik tinggi, 10 titik rendah),” kata Nara mengenai perkembangan terakhir pemadaman.
Operasi pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Masyarakat sekitar diimbau waspada terhadap dampak asap dan perluasan area kebakaran.
Sumber: PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group)



