SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Masyarakat Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie meminta Pemerintah Aceh dan DPRA bersinergi membangun jalan dan infrastruktur lainnya di lokasi transmigrasi lokal (translok) Dodok Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie. Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat setempat. Diantaranya memudahkan akses masyarakat menurunkan hasil panen ke pasar.
“Kita harapkan dengan adanya pembangunan peningkatan jalan menuju Translok Dodok semakin mempermudah aktivitas masyarakat. Sehingga taraf perekonomian masyarakat juga semakin membaik,” ujar Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin dan Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Abu Razak pada Senin (24/1) kemarin.
Turut hadir anggota DPRK dari Fraksi Partai Aceh, Muhammad Beungga, tokoh pemuda Eddy Tangse dan sejumlah anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Tangse, Dahlan dan Ibrahim alias Jenggo.
Politikus Partai Aceh ini menjelaskan, selama ini masyarakat setempat sering mengeluh sulitnya akses jalan menuju translok. Parahnya lagi saat musim penghujan dimana warga sering terjebak akibat amblasnya jalan. Bahkan anak-anak sekolah dan warga kerap berteduh dan menginap di gubuk-gubuk warga saat terjebak hujan.
Hal senada juga disampaikan Eddy Tangse selaku tokoh pemuda setempat. Menurutnya, saat ini tercatat ada sekitar 90 kepala keluarga (KK) yang mendiami lokasi translok Dodok, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Mayoritas masyarakat disana berprofesi sebagai petani. Adapun hasil alam yang ditanam diantaranya tanaman kopi jenis Liberika, Arabica dan Robusta, kakao, pinang, alpukat, jeruk manis dan durian.
“Ini harus menjadi atensi kita bersama, khususnya Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie untuk bersinergi membangun jalan layak agar mempermudah transportasi warga. Bayangkan saja warga harus menempuh perjalanan hampir satu jam untuk mengangkut hasil alamnya ke pasar Tangse,” pungkas Eddy Tangse. []