Unsyiah Kembali Raih Akreditasi A, Mualem: Tetap Jadi Agen Perubahaan di Aceh

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...

Disita KPK Sebagai Barang Bukti Dari Edy Prabowo, Ini Spesifikasi Sepedanya

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan sejumlah barang bukti dalam kasus korupsi Edhy Prabowo. Salah satunya adalah sebuah sepeda yang diyakini roadbike dengan...

Terkait Kerumuman Habib Rizieq, Polisi Naikkan Kasus Ke Penyidikan

JAKARTA | Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menaikkan status kasus kerumunan di kediaman Rizieq Shihab, Petamburan, Jakarta...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua Umum bersama Sekjen DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abu Bakar mengucapkan selamat kepada rektor dan civitas akademika, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, atas perolehan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT).

Akreditasi ini dikeluarkan di Jakarta, 14 Juli 2020 dan berlaku 25 tahun atau sejak 11 Juli 2020 sampai 11 Juli 2025.

Penetapan dan pengukuhan akreditasi A tersebut, menurut Mualem merupakan langkah maju di tengah persaingan kualitas tata kelola perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Asia bahkan dunia.

“Tentu, setelah melalui proses panjang dengan melalui serangkaian kreteria yang begitu ketat dan kompetitif,” kata Muzakir Manaf, melalui Juru Bicara Partai Aceh, Muhammad Saleh, Sabtu (18/7/2020).

Sapaan akrab Mualem ini berharap, Unsyiah dapat tetap tegar, kokoh, konsisten dan profesional dalam peningkatan mutu pendidik serta mahasiswa maupun lulusannya.

Begitupun, tidak meninggalkan dan melupakan tugas serta pengabdiannya sebagai agen perubahaan di Aceh. Ini sejalan dengan amanat Tri Darma Perguruan Tinggi serta cita-cita luhur dari pendiri dan pengagas lahirnya Unsyiah di Aceh.

Apalagi, pengukuhan akreditasi A tersebut telah diraih untuk kedua kalinya dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT). Pertama tahun 2015-2020 dan kedua, 2020 hingga 2025.

“Jadi, semua prestasi ini bukan datang secara kebetulan,” ucap Mualem.

Hal senada juga disampaikan Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak. Menurutnya, Unsyiah harus konsisten dan kritis dalam menempatkan dirinya sebagai agen perubahaan bagi kemajuan sosial, politik, budaya dan ekonomi serta pembangunan di Aceh.

“Tetaplah kritis dengan situasi dan kondisi yang ada. Termasuk melahirkan berbagai gagasan dan konsep akademis, sebagai modal dasar untuk merawat perdamaian abadi serta kekhususan Aceh, buah dari MoU Damai, 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia,” sambung Abu Razak.

Bagi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) selama 30-an tahun lebih, Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh. Unsyiah bukanlah perguruan tinggi asing.

Sebab, banyak para dosen dan alumninya, ikut terlibat dalam perjuangan pisik, gagasan maupun konsep hingga terwujud perdamaian antara GAM dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki.

“Berbagai konsep dan gagasan tentang perdamaian dan pembangunan Aceh, baik secara terbuka maupun tertutup, terus kami dapatkan dari para guru besar perguruan tinggi di Aceh. Salah satunya Unsyiah,” kata Mualem lagi.

Makanya, saat kader Partai Aceh memimpin, banyak akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, termasuk Unsyiah yang diajak dan libatkan dalam pemerintahan.

Selain itu, tak sedikit dari alumni Unsyiah dan perguruan tinggi negeri serta swasta di Aceh, yang juga direkrut serta menjadi anggota DPR Aceh serta DPRK di seluruh Aceh. Ini membuktikan, Partai Aceh tetap terbuka dengan kehadiran para akademisi.

“Karena itulah, kami tidak pernah menutup mata terhadap berbagai jasa dan konstribusi tersebut, sehingga saat Partai Aceh memimpin Aceh, banyak akademisi yang kami libatkan dari struktur Pemerintah Aceh. Baik sebagai staf ahli maupun kepala dinas (SKPA),” ujar Mualem.

Komitmen penglibatan ini akan terus dilakukan Partai Aceh, sejalan dengan mandat dan kepercayaan politik rakyat Aceh kepada Partai Aceh.

“Insya Allah, mari bersama-sama kita berpikir dan berbuat yang terbaik bagi rakyat Aceh di masa depan,” pungkas Mualem. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...

BERITA TERKAIT

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...