Banda Aceh | AcehJurnal.com – Hari masih pagi, Kamis (31/03/2022). Jarum jam masih menunjukkan pukul 08.00 WIB. Suasana pasar Ulee Kareng, kota Banda Aceh terlihat ramai. Dipenghujung Maret ini, pusat pasar yang menjual aneka sayuran ini juga dijejali lapak pedagang sapi di setiap titik.
Meski di tengah pandemi covid-19, tak menyurutkan langkah warga berburu daging meugang. Fenomena tahunan ini merupakan salah satu anthusias masyarakat Aceh menyambut bulan suci ramadhan yang serentak dilaksanakan pada Sabtu (02/04/2022) mendatang.
Meugang adalah tradisi unik yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh. Kebiasan ini sudah berlangsung sejak masa keemasan kerajaan Aceh, Sultan Iskandar Muda paa 1607 hingga 1636. Selain menyambut bulan suci ramadhan, tradisi ini juga dilaksanakan menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Rasyidin (50) warga Ulee Kareng mengatakan, meugang identik dengan simbol kebersamaan dimana warga berkumpul dan menyantap daging sapi dan kerbau bersama sanak keluarganya. Adapun istilah kata “meugang” itu berasal dari kata “makmu that gang nyan“ yang artinya “makmur sekali gang/pasar itu”.
“Bagi masyarakat Aceh, ini hari sakral. Walaupun penghasilan kita pas-pasan, meugang ini sudah wajib untuk dilaksanakan, ” kata Rasyidin kepada AcehJurnal.com.
Pada tahun-tahun sebelumnya, harga daging sapi dibanderol mulai dari Rp 170 ribu per kilogram. Bahkan, harganya bisa tembus mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Harga tinggi tersebut tergantung stok dan kebutuhan yang dimiliki pedagang. []