Tolak Perbup Tapal Batas, Puluhan Keuchik Geruduk Kantor Bupati Aceh Utara

Lhoksukon | AcehJurnal.com – Puluhan keuchik di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara pada Senin (8/3), mengembalikan stempel ke Kantor Bupati Aceh Utara, di Landeng, Lhoksukon. Dalam protes aksi tersebut, sebanyak 25 anggota kepolisian dari Polres Aceh Utara dikerahkan ke lokasi.

Pengembalian stempel ini setelah puluhan keuchik itu melancarkan demo ke Kantor Bupati Aceh Utara dan perwakilan mereka mengikuti pertemuan dengan pejabat pemkab setempat. Pengembalian stempel tersebut sebagai bentuk protes keuchik terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong.

Aksi protes itu awalnya dilakukan kechik dan imum mukim dengan mengusung spanduk. Spanduk yang diusung keuchik tersebut bertuliskan “Geuchik beserta Imum Mukim se-Kecamatan Tanah Luas menolak Perbup No. 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong. Apabila tidak dicabut Perbup No. 1 Tahun 2021 maka kami mengembalikan stempel geuchik kepada Bapak Bupati Aceh Utara!” Para keuchik tiba di Kantor Bupati Aceh Utara di kawasan Landing, Lhoksukon, sekira pukul 11.00 WIB.

Tak lama kemudian, Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riandi meminta para keuchik untuk memilih beberapa perwakilan untuk diadakan pertemuan dengan Pemkab Aceh Utara guna menyampaikan tuntutan mereka. Pertemuan tersebut diadakan di oproom yang dipimpin Asisten I setdakab Aceh Utara, Dayan Albar, didampingi Asisten III Adamy MPd, dan dihadiri Kabag Hukum Fadil SH, dan Kabag Pemerintahan Fadli.

Dari unsur keuchik dihadiri Ketua Forum Keuchik Tanah Luas, Zakaria, Ketua I Forum Keuchik, Abdul Halim, Keuchik Plue Pakam, Ridwan, dan perwakilan imum mukim.

Saat pertemuan sudah berlangsung satu jam lebih, tiba-tiba sejumlah keuchik muncul dalam ruangan tersebut dengan mengusung spanduk. Spontan mereka kemudian langsung menyerahkan stempel dengan cara menaruh di atas meja pertemuan barisan depan yang saat itu diduduki Asisten I Dayan Albar. Secara satu persatu keuchik menyerahkan stempel desa mereka kepada perwakilan Pemkab Aceh Utara tersebut.

“Bila dalam dua atau tiga hari ke depan, persoalan tapal batas tersebut tidak diselesaikan Pemkab Aceh Utara, stempel keuchik se-Kecamatan Tanah Luas, tidak kita terima lagi,” ujar Abdul Halim.

Menurut para keuchik, penyerahan areal atau pergeseran tapal batas yang dilakukan pemkab tanpa ada musyawarah dengan keuchik. []

Laporan : Asnawi Umar

Advertisement

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT