TNI AD yang Tewas Dikeroyok Preman Dimakamkan di Takengon

TAKENGON – Jenazah Pratu Sahdi (23), anggota TNI yang meninggal dunia akibat dikeroyok sekelompok preman tiba di kampung halamannya di Kabupaten Aceh Tengah. Jenazah almarhum tiba pada Selasa (18/1) malam sekira pukul 22.00 WIB di kampung halamannya di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Almarhum dimakamkan secara militer di pemakaman keluarga. Proses pemakaman dihadiri keluarga, kerabat, dan masyarakat. Suasana haru menyelimuti.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TNI bernama Pratu Sahdi (23) tewas akibat dikeroyok sekelompok preman di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Kronologisnya, pelaku yang diciduk itu ikut cekcok dan menganiaya korban bersama kelompoknya saat mencari seseorang di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Diketahui, Pratu Sahdi yang merupakan putra asli Tanoh Gayo merupakan seorang anggota Raider Kostrad dengan brevet Cakra. Untuk mendapat brevet tersebut, seorang prajurit harus mempunyai kemampuan dan kualifikasi khusus. Dan berhasil lulus dari latihan standarisasi Kostrad. Seorang prajurit Kostrad memiliki kemahiran dan kemampuan dalam gerakan perorangan, memiliki kemampuan navigasi darat, bela diri dan menembak dengan nilai minimal 80 serta fisik yang prima. Diketahui, Sahdi adalah anggota Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati yang bermarkas di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bersama dengan Yonif 321/Raider, Majalengka dan Yonif 323/Raider, Ciamis berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membeberkan kronologi pengeroyokan Pratu Sahdi di Jalan Inspeksi Waduk Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.

Peristiwa berawal saat sejumlah saksi melihat empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor dengan berboncengan. Kemudian empat orang tersebut turun dari motor dan mendatangi sejumlah saksi untuk bertanya asal daerah para saksi. “Bertanya ‘apakah kamu orang Kupang?’

Kemudian saksi Sofyan menjawab saya bukan orang Kupang saya orang Lampung. Setelah itu pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban Sahdi,” jelasnya. Setelah cekcok kemudian berlanjut dengan adu pukul. Kemudian korban Sahdi dikeroyok oleh kelompok orang tersebut dengan dicekik dan ditusuk dengan dua tusukan. Selanjutnya pelaku dengan kaos hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku.

“Termasuk korban akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaos hitam, mengakibatkan korban luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang. Sedangkan korban Soleh luka bagian jari manis sebelah kanan putus 2 ruas,” pungkasnya. [OKEZONE]

Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT