Terombang-ambing di Laut Andaman, Nelayan Aceh Minta Selamatkan Rohingya

Jakarta | Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR pada Senin (22/2) kemari menginstruksikan untuk membantu pengunsi Rohingya. Pasalnya, mereka dikabarkan terombang-ambing di Laut Andaman selama sepekan lebih.

Para pengungsi itu terombang-ambing tanpa makanan atau minuman. Banyak diantara mereka yang jatuh sakit serta menderita dehidrasi ekstrem. Badan tersebut mengatakan pihaknya memahami beberapa penumpang telah meninggal, dengan kematian meningkat selama akhir pekan di atas kapal yang telah meninggalkan distrik pesisir Cox’s Bazar di Bangladesh sekitar 10 hari yang lalu dan mengalami kerusakan mesin.

Terombang-ambing di Laut Andaman, UNHCR Serukan Penyelamatan Rohingya

Menanggapi hal itu, Wakil Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek ketika dikonfirmasi AcehJurnal.com mengatakan, para pengungsi Rohingya harus diselamatkan.

“Jika ada nelayan yang melihat m

Advertisement

ereka di tengah laut, wajib dibantu. Nelayan boleh berbagi makanan, minuman dan BBM,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot, Miftach Cut Adek pada Selasa (23/2).

Usai memberikan bantuan, nelayan Aceh selanjutnya harus melapor ke Pemerintah Aceh dan aparat keamanan untuk penanganan lebih lanjut. Tindakan selanjutnya adalah memberikan bantuan kemanusiaan lainnya seperti melakukan karantina selama pandemi.

Perlu diketahui, Rohingya adalah minoritas Muslim yang mengalami penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha dan banyak yang melarikan diri dengan perahu reyot. Mereka menghadapi perjalanan yang seringkali berbahaya dengan harapan bisa mencapai Malaysia dan Indonesia. Ratusan ribu Rohingya melarikan diri dari tindakan keras mematikan oleh pasukan keamanan Myanmar pada tahun 2017. []

Sumber : Media Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT