Terima Kunjungan Jubir Menhan, Wali Nanggroe Aceh Tegaskan Realisasi MoU Helsinki dan UUPA

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar menerima kunjungan juru bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (21/11). Dalam pertemuan itu, turut didampingi Wakil Ketua KPA/PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak dan staf khusus Wali Nanggroe Aceh, dr Rafiq.

Kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturrahmi dan sekaligus berdiskusi berbagai hal tentang isu kekinian Aceh. Salah satunya perkembangan Aceh pasca ditandangani perjanjian damai MoU Helsinki satu dekade silam.

“Agenda kita kesini, salah satunya adalah bersilaturrahmi dengan orangtua kita, Wali Nanggroe. Dalam kunjungan ini, Pak Prabowo menyampaikan salam hangat dan meminta terus merawat perdamaian Aceh menjadi lebih baik sehingga masyarakat sejahtera,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak kepada AcehJurnal.com.

Dahnil menjelaskan, beberapa waktu lalu Wali Nanggroe Aceh sempat berdiskusi dengan Menhan Prabowo Subianto di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Wali Nanggroe kembali meminta komitmen dan keseriusan Menhan agar segera menyelesaikan berbagai persoalan kekhususan Aceh yang masih masih belum tuntas.

“Dalam pertemuan itu, pak Prabowo mendukung penuh proses perdamaian di Aceh yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pak Menhan (Prabowo) berpesan kepada seluruh elemen masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian Aceh ini menjadi hakiki sehingga masyarakatnya sejahtera,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar juga menegaskan agar Pemerintah Pusat segera merealisasikan kekhususan Aceh yang termaktub dalam butir-butir perjanjian MoU Helsinki dan turunan UUPA. Menurutnya, masyarakat Aceh sudah menyambut proses perdamaian dengan penuh suka cita dan terus merawatnya agar tetap kokoh. Begitu halnya dengan sikap dan komitmen Pemerintah Pusat agar punya itikad baik menyelesaikan persoalan Aceh yang tak kunjung selesai.

“Sudah satu dekade lebih rakyat Aceh menunggu komitmen pemerintah pusat agar segera merealisasikan MoU Helsinki dan turunan UUPA. Kita meminta ketegasan pemerintah pusat agar segera menyahuti keinginan rakyat Aceh agar memiliki itikad baik untuk menuntaskan segala kekhususan Aceh,” tegas Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...

BERITA TERKAIT

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...