Soal 81 Rohingya Terdampar di Aceh Timur, Mualem : Wajib Dibantu

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Sebanyak 81 etnis Rohingya kembali terdampar di pesisir pantai Aceh Timur, Jumat (4/6/2021) kemarin. Julukan “manusia perahu” ini hampir tiga bulan terombang-ambing di lautan lepas. Hingga, perahu kayu yang mereka tumpangi akhirnya terdampar di Pulau Idaman, Gampong Kuala Simpang Ulim Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur. Mereka umumnya terdiri dari orang tua, perempuan dan anak-anak. Sebelumnya, pengungsi asal Myanmar ini tidak diizinkan mendarat di pesisir. Bahkan kabarnya, mereka hendak dilepaskan kembali ke laut usai makanan, air, obat-obatan serta minyak diberikan.

Baca : 81 Rohingya Terdampar di Perairan Aceh Timur, Namun Hendak Dirong oleh Aparat Kembali ke Laut

Kedatangan etnis Muslim ini sebelumnya sempat menuai pro-kontra. Kendati demikian, warga setempat tetap menyalurkan bantuan bagi mereka. Perhatian terhadap nasib pengungsi Rohingya ini jelas mengetuk hati masyarakat Aceh. Tak terkecuali mantan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem.

Pimpinan umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh ini langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu etnis Rohingya yang terdampar di pesisir Aceh. Tanpa dikomandoi, instruksi ini langsung disambut positif oleh jajarannya. Diantaranya anggota DPRK Aceh Timur, Muhammad alias Ahmad Leumbeng. Pria yang kini didapuk sebagai Panglima GAM Asahan ini langsung turun menjumpai etnis Rohingya di pesisir pantai Aceh Timur.

Perempuan dan anak-anak etnis Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman, Aceh Timur, Jumat (4/6/2021). Foto : AP Photo

Baca juga : Ahmad Leumbeng Bantu Rohingya Yang Terdampar di Aceh Timur

Advertisement

Ketika dikonfirmasi AcehJurnal.com, mantan pimpinan sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menuturkan, bantuan kemanusiaan itu sebagai bentuk simpatik dan rasa kemanusian terhadap nasib etnis Rohingya.

“Wajeb tabantu. Geutanyoe awai tom tarasakan udep phet lagee awak nyan jinoe (Wajib dibantu. Kita dulu pernah  merasakan hidup pahit seperti mereka saat ini),” kata Mualem via sambungan telepon, Sabtu (5/6/2021) malam.

Mualem menjelaskan, banyak masyrakat Aceh terpaksa lari ke luar negeri saat konflik masih berkecamuk di Aceh. Warga Aceh bahkan ada nekat menyeberangi lautan secara illegal dengan menumpangi perahu. Atas dasar kemanusiaan, hatinya tidak tega melihat kondisi etnis Rohingya. Terlihat pejuang GAM dulu juga pernah merasakan nasib yang sama dimana juga pernah dibantu oleh dunia internasional. Maka dari itulah, nasib etnis Rohingya menjadi cerminan rakyat Aceh saat mengenang konflik.

“Cermin inilah yang menjadi refleksi masa lalu ketika masa konflik. Dengan kata lain, hanya orang yang tertutup hatinya yang tertutup hatinya yang tidak peka dan bahkan menolong mereka. Bukan hanya dari segi kemanusiaan saja, tapi mereka juga saudara seakidah dengan kita. Giliran mereka susah, apakah kita hanya diam saja,” ujar Mualem. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT