Sikapi Penggerebekan Gay di Kuta Alam, Tuanku Muhammad : Jangan Bagi Ruang Bagi LGBT

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad meminta kepada semua instansi untuk dilibatkan dalam memberantasi segala maksiat di kota Banda Aceh. Hal ini disampaikan Tu Mad-sapaan akrabnya menyikapi maraknya permainan game judi online dan kasus penggerebekan pasangan sesama jenis di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

“Persoalan ini harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Ini supaya menjadi pelajaran dan sekaligus dapat memberikan efek jera bagi mereka yang melanggar Syariat Islam di Banda Aceh,” kata Tuanku Muhammad antara DPRK dengan SKPK terkait di ruang rapat DPRK pada Senin (16/11).

Sikapi Kasus Gay dan Judi Online, DPRK Minta Pemko Bentuk Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh ini juga menyarankan agar adanya upaya peningkatan pengawasan demi menimalisir tingkat pelanggaran Syariat Islam. Apalagi kasus penggerebekan pasangan sesama jenis telah mencoreng nama baik kota Banda Aceh sebagai pusat implementasi Syariat Islam.

Oleh karena itu, katanya lagi, LGBT harus ditolak karena bertentangan dengan ajaran agama. Ia meminta baik pemerintah maupun lembaga mana pun di Aceh untuk tidak memberi ruang terhadap keberadaan komunitas LGBT.

“Berikan sanksi tegas sesuai hukum Syariat Islam. Jangan berikan peluang atau ruang bagi mereka,” tambahnya.

Warga Kuta Alam Gerebek Pasangan Gay di Sebuah Rumah Kontrakan

Sementara itu, Dinas Kesehatan memaparkan homo seksual di Banda Aceh pada tahun 2018 mencapai 711 orang. Ini dikhawatirkan akan terus naik pada tahun 2020. Karena itu DPRK Banda Aceh meminta kepada Pemerintah Kota untuk membentuk tim terpadu penegakan syariat islam di Banda Aceh, menangani persoalan ini.

Sementara Plt Sekda Kota Banda Aceh, Muzakir Tulot menyampaikan sangat memungkinkan untuk dilakukan pembentukan tim terpadu penanganan persoalan judi online dan homo seksual di Kota Banda Aceh dengan mengandeng semua instansi sehingga nanti bisa saling bersinergi.

“Pembahasan hari ini akan dibawa dalam rapat forkopimda oleh pimpinan DPRK, karena ini sudah sangat marak terjadi, sangat memungkinkan untuk dibentuk tim khusus, agar fokus dalam melakukan penanganan terhadap persoalan judi online dan homo seksual secara khusus,” tutur Muzakir Tulot.

Pasangan Gay Yang Digerebek di Kuta Alam Dikenakan 100 Kali Cambuk

Hadir dalam pertemuan itu, Plt. Kadis Syariat Islam, Ridwan Ibrahim, Kadis Pendidikan Dayah, Alizar, Kadis Kesehatan, Lukman, Kadis Dikbud, Saminan, Kadis Kominfotik, Fadhil, Kadis Sosial, Hidayat, Kasatpol PP & WH, Heru Wijanarko, Ketua MPD Kota, Salman Ishak serta Anggota MPU dan Kepala Sekretariat MPU Kota Banda Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...

BERITA TERKAIT

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...