Sekretaris Dinsos Aceh Ajak TKSK Aceh untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Diri

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, A. Ks, M.Si bersama sejumlah pejabat Eselon I dan IV menerima kunjungan kerja Dr. T. Syarifuddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Iskandar Muda (Unida) Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si dalam rangka sosialisasi Program Studi Pembangunan dan Kesejahteraan (PSdK) bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Aula Dinas Sosial Aceh, Kamis 7 Januari 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator TKSK Aceh, Misra Yana bersama para TKSK dari Kota Banda Aceh, Kota Sabang, dan Aceh Besar.

Devi Riansyah dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengajak seluruh TKSK Aceh untuk senantiasa mau meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, karena dengan meningkatkan kualitas diri akan mempermudah para TKSK saat menghadapi semua tantangan dan hambatan di lapangan.

“Semua tantangan dan hambatan itu saya pikir akan menjadi lebih sedikit apabila kita mau meningkatkan kualitas diri. Meningkatkan kualitas diri bukan hanya dari segi pendidikan tapi juga personaliti atau kepribadian, dan semua itu perlu sistem dan lingkungan, dan perlu sebuah wadah yang akan membentuk kita, membentuk selain pengetahuan juga kepribadian,” ujar Devi Riansyah.

Devi Riansyah menuturkan, ke depan permasalahan sosial akan semakin komplek sehingga pekerja sosial dituntut untuk berhadapan langsung dengan masyarakat, oleh karena itu kemampuan akademis akan mendukung upaya-upaya peningkatan kinerja para pekerja sosial termasuk TKSK, sebab tidak ada istilah belajar tidak ada manfaat.

“Jadi kemampuan akademis ini sangat membantu kita dalam meningkatkan kinerja kita termasuk TKSK. Jadi tidak ada istilah tidak ada manfaat belajar. Apalagi kita belajar dengan sistem yang jelas,” jelas Devi Riansyah.

Ke depan, kata Devi, sertifikasi dan akreditasi menjadi ukuran utama untuk menjadi seorang pekerja sosial, baik itu menjadi penyuluh sosial maupun untuk menjadi relawan sosial, adapun ijazah sarjana memiliki nilai tersendiri untuk mendapat akreditasi pekerja sosial dan penyuluh sosial.

“Jadi jika bapak/ibu ingin menjadi penyuluh sosial, bapak ibu ingin menjadi relawan sosial itu harus melalui tahapan akreditasi, sebelum mengikuti akreditasi bapak/ibu harus punya sertifikasi. Ijazah S1 (sarjana) memiliki nilai tersendiri untuk mendapat akreditasi pekerja sosial dan penyuluh sosial, ini sangat berkesinambungan, ke depan kita berkeinginan untuk lebih baik,” ujar Devi Riansyah.

Pada kesempatan itu Devi Riansyah juga mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut, dia berharap agar momen seperti ini dapat terus dilakukan hingga kepada TKSK yang ada di kabupaten/kota lain di Aceh. “Sementara mekanismenya nanti akan kita pikirkan bersama,” ujar Devi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT