Santri Dayah Dibekali Ilmu Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali menggelar prlatihan lifeskill bagi para santri dayah. Ini sebagai wujud dan sekaligus atensi Pemerintah Aceh bagi santri yang berguna untuk diri santri pribadi maupun dayah dan masyarakat pada umumnya. Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan dan Pengasuhan Dinas Pendidikan Dayah Aceh Syarifuddin S.Sos MM dalam Laporannya pada pembukaan acara Pelatihan TRIGANA (Santri Siaga Bencana) di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Selasa (2/8/2022).

Syarifuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 orang santri dari 23 Kabupaten dan Kota di Aceh.

“Kegiatan ini insya Allah akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 02 hingga 05 Agustus 2022,” ujar Syarifuddin.

Kepala Bidang Santri Irwan S.Hi M.Si yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kegiatan pelatihan Santri Siaga Bencana ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada para santri tentang pentingnya pengetahuan kebencanaan. Yakni mulai dari pengetahuan mitigasi sampai penanganan penyitas bencana.

“Untuk yang mengikuti pelatihan Santri Siaga Bencana ini kami harapkan dapat memberikan pemahaman kepada santri lainnya di dayah,” ujar Irwan.

Irwan menjelaskan bencana memang sesuatu yang tidak bisa kita prediksi kejadiannya. Ini akan terjadi begitu saja tanpa peringatan terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh memandang perlu memberikan pemahaman tentang kesiapsiagaan terhadap bencana serta tindakan yang diperlukan bagi santri dayah

“Contohnya bencana kebakaranĀ melanda dayah yang mengakibatkan kerugian material, terhentinya proses belajar mengajar bahkan akibat yang lebih fatal berupa hilangnya nyawa juga menjadi alasan santri harus memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi situasi daruratā€, imbuh Irwan.

Pada tahun 2022 ini saja, tambahnya, ada 4 (empat) kebakaran di dayah maupun Balai pengajian yang mengalami musibah kebabarakan. Diantaranya kebakaran Dayah Ruhul Islam Lambeugak Aceh Besar, Kebakaran asrama santri Dayah Tahfizh Baitul Quran Gampong Siem Aceh Besar, Kebakaran Dayah Babul Ilmi Syafi’iyah di Pidie Jaya dan Kebakaran Balai Pengajian milik Tgk Abdul Razak di Blang Krueng Aceh Besar. Selain itu, juga ada bencana lainnya seperti banjir pada awal tahun 2022 ini di Aceh Timur yang mengakibatkan terseretnya balai tempat mengaji Dayah Bustanul Hidayah.

Untuk itu, Irwan meminta agar pelatihan ini harus di ikuti dengan seksama oleh peserta agar para santri bisa mengetahui solusi saat terjadi bencana. Ia juga berharap kepada para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Kita minta kepada seluruh santri agar bisa menjadi personil yang tangguh, terampil, terlatih dan siap dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana, baik pada masa kesiapsiaagaan, tanggap darurat, dan pasca bencana,”

Selain itu, Kesiapsiagaan santri bisa menjadi pemacu bagi generasi muda lainnya untuk menjadi pionir dan pelopor dalam melaksanakan pencegahan terhadap terjadinya bencana. Penanggulangan terhadap kejadian bencana dan pasca bencana, karena untuk menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat salah satunya adalah santri.

“Santri adalah salah satu pilar bangsa yang selalu bergerak dalam setiap permasalahan bangsa ini, salah satunya adalah dalam hal kebencanaan,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT