Realiasasi Anggaran Pendapatan Aceh Capai 100,38 Persen

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

Polemik di MAA, Usman Lamreueng Minta Gubernur Aceh Segera Lantik Badruzzaman Sebagai Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kisruh Majelis Adat Aceh (MAA) mulai menyita perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Akademisi Universitas Abulyatama, Usman Lamreueng mangatakan, polemik...

Tak Diberi Uang, Anak Tebas Ayah Kandung di Bireuen

BIREUEN | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Suka Ramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen geger. Dua warga desa setempat, M. Yusuf (64) dan Jufri (60) terpaksa...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan realisasi Anggaran Pendapatan Aceh pada Tahun 2019 mencapai 100,38 persen. Dari Anggaran pendapatan sebesar Rp 15,69 triliun, realisasinya mencapai Rp. 15,75 triliun.

Hal itu disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam paripurna DPRA terkait penyampaian laporan penyampaian dan pembahasan Rancangan Qanun Aceh Tentang Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2019, Senin (9/11).

Dalam laporan yang menjadi dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBA yang kemudian diserahkan kepada Ketua DPRA, Gubernur Nova juga menyertakan laporan arus kas dan Neraca Tahun Anggaran 2019 yang telah diaudit oleh BPK-RI.

“Pelaksanaan kegiatan Pemerintah Aceh, baik yang berkenaan dengan penggunaan belanja penyelenggaraan pemerintahan maupun belanja pelayanan publik dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sesungguhnya ditentukan oleh kemampuan Anggaran Pendapatan Aceh yang kita miliki,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Nova menyebutkan berdasarkan sejumlah asumsi yang telah ditetapkan, dana perimbangan direncanakan pada tahun 2019 sebesar Rp 4,23 triliun dan terealisasi sebesar Rp 4,28 triliun. Kelebihan tersebut disebabkan adanya transfer dana alokasi umum.

“Sementara dana otonomi khusus, penerimaannya mencapai 99,23 persen yaitu sebesar Rp 8,77 triliun,” ujar Nova Iriansyah.

Nova juga menyampaikan belanja tidak langsung atau belanja yang mendukung kegiatan Pemerintahan Aceh yang dapat direalisasikan sebesar Rp 6,79 triliun. Anggaran itu digunakan untuk membayar belanja pegawai, belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil pajak serta bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota. Sementara, belanja langsung yang dijabarkan dalam program dan kegiatan, direncanakan sebesar Rp 10,74 triliun.

Realisasinya mencapai Rp 9,23 triliun yang terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp 605,956 miliar, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 4,51 triliun dan untuk komponen Belanja Modal sebesar Rp 3,16 triliun. Sementara itu, terkait pembiayaan Pemerintah Aceh pada Tahun Anggaran 2019 terdiri dari penerimaan pembiayaan, yaitu silpa tahun 2018 lalu sebesar Rp 2,95 triliun dan defisit sebesar Rp 35,08 miliar serta dana cadangan sebesar Rp 75,31 miliar.

Dengan itu dilaporkan bahwa sisa silpa tahun anggaran 2019 sebesar Rp 2,85 triliun. Nova juga menyampaikan laporan arus kas, yang menyajikan informasi mengenai saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas umum Aceh pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2019. Saldo awal kas umum Aceh sebesar Rp 2,92 triliun, mengalami penurunan dalam satu periode sebesar Rp 88,59 miliar sehingga saldo akhir kas diperoleh sebesar Rp 2,85 triliun. Untuk neraca daerah yang menyajikan informasi mengenai posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2019, dilaporkan bahwa posisi aset yaitu sebesar Rp 28,45 triliun.

Anggaran itu terdiri dari aktiva lancar sebesar Rp 4,09 triliun dan aktiva tidak lancar sebesar Rp 24,37 triliun.  Sementara untuk kewajiban adalah sebesar Rp 2,75 triliun yang terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 2,72 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 23,83 miliar serta ekuitas dana sebesar Rp 25,71 triliun. Nova menambahkan, pada tahun anggaran 2019, program dan kegiatan yang telah direncanakan pada setiap SKPA telah dapat direalisasikan seluruhnya dengan realisasi keuangan rata-rata di atas 90 persen.

“Atas nama pemerintah Aceh (saya) mengucapkan terima kasih kepada anggota dewan yang telah mengawasi pelaksanaannya serta melaksanakan Rapat Pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun 2019 di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dan Aceh di dalamnya,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

BERITA TERKAIT

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....