Acehjurnal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara, digegerkan oleh penemuan sepucuk senjata api jenis pistol di dalam blok hunian para terpidana kasus narkoba. Peristiwa ini mencuat setelah senjata tersebut berhasil dideteksi dan diamankan.
Senjata api yang ditemukan diduga kuat diselundupkan ke dalam lapas dengan memanfaatkan jasa ekspedisi atau pengiriman paket. Paket tersebut dialamatkan kepada salah seorang yang berada di dalam Lapas Kelas IIB Lhoksukon, memicu investigasi intensif dari aparat berwenang.
Menanggapi insiden ini, Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Rian Firmansyah, memberikan konfirmasi singkat. Ia menyatakan bahwa kasus penemuan senjata api tersebut kini telah sepenuhnya ditangani oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., ketika dikonfirmasi via Whatsapp pada Sabtu (27/9/25), mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Sementara masih pendalaman, dan pengejaran terhadap pengirim,” ujar Kapolda Marzuki.
Langkah pengejaran terhadap pelaku yang diduga mengirimkan senjata api tersebut ke dalam lapas juga tengah gencar dilakukan oleh aparat. Upaya ini merupakan bagian dari pendalaman menyeluruh untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan senpi.
Dari Polres Aceh Utara, Kasat Reskrim AKP Dr. Bustani, SH, MH, MSM, juga memberikan penjelasan senada. Bustani menegaskan bahwa tim penyelidik masih terus melakukan pendalaman mendetail terkait peristiwa yang terjadi di Lapas Lhoksukon.
“Ya benar ada informasi itu. Sekarang kita sedang melakukan penelidikan, siapa berbuat apa, kemudian siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut. Semua ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Bustani via telepon Whatsapp, Sabtu (27/9/25).
Lebih lanjut, Bustani menyebutkan bahwa penyidik dan penyelidik saat ini sedang mengurai satu per satu fakta yang ada. Tujuannya adalah untuk memastikan identitas dan peran setiap pihak yang terlibat dalam kasus penyelundupan senjata api ini.
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan oknum petugas lapas dalam peristiwa ini, Bustani menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut untuk sementara waktu. Butuh pendalaman dan pembuktian lebih lanjut.
“Ini sedang kita dalami dan sesegera mungkin akan kita simpulkan, karena harus dilibatkan alat bukti lain, termasuk petunjuk-petunjuk. Nanti akan kita sampaikan seterang-terangnya,” tegas Bustani menutup penjelasannya.
Sumber: BERITAMERDEKA.net



