Perayaan Imlek di Negeri Syariat

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Berbeda dari tahun sebelumnya. Perayaan Tahun Baru Imlek 2074 Kongzili kali ini terlihat lebih semarak dan meriah. Almanak pada kalendar Cina yang jatuh pada 22 Januari 2023 disambut anthusias warga turunan etnis Cina.

Warga kota Banda Aceh yang mayoritas Muslim juga terlihat anthusias menyaksikan pertunjukan barongsai yang dipusatkan di vihara Sakyamuni Gampong Mulia Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.

Atraksi barongsai ini sempat jeda selama 30 menit mengingat lokasi vihara ini bersebelahan dengan Gereja Methodist. Mereka menunggu hingga proses sembahyang umat Kristiani berjalan khidmat dan lancar.

Saat pandemi Covid-19 mewabah memaksa beberapa kali momen Imlek tidak diwarnai aksi barongsai. Kini pandemi sudah makin melandai dan terkendali, barongsai siap kembali menghibur masyarakat di momen Imlek.

Saat pemerintah resmi mencabut PPKM, aktifitas masyarakat kembali bergeliat. Sehingga denyut nadi perekonomian kembali bangkit. Masyarakat kembali beraktifitas dengan normal.

“Perayaan imlek tahun ini akan lebih heboh dan meriah,” kata Koh Acong, etnis Tionghoa asal kota Banda Aceh kepada AcehJurnal.com, Sabtu (21/1/2023).

Koh Acong mengatakan, barongsai ini akan dimainkan sebanyak 26 personel yang terdiri dari 10 perempuan dan 16 laki-laki berusia dari 15 hingga 24 tahun. Menurutnya grup Barongsai Golden Dragon ini terus giat dan semangat agar dapat memberikan penampilan terbaik pada tahun kelinci ini.

“Mereka nanti akan dibagi dalam enam tim barongsai, dan juga terdapat dua barongsai perempuan,” ujar Koh Acong.

Pada penampilan kali ini, atraksi barongsai juga dimeriahkan dengan parade perpaduan budaya Tionghoa. Di mana mereka akan menampilkan baju-baju karakter kaisar, ratu, dewa rezeki dalam lain sebagainya.

Hiasa lampion, barongsai, lion dan aneka patung menghiasi sejumlah vihara maupun kelenteng di jantung ibukota Banda Aceh. Pemandangan ini menjadi dayatarik pengunjung dan sekaligus menggambarkan Aceh sebagai bangsa Kosmopolit dan terbuka kepada siapapun.

“Kita akan menghampiri rumah warga sebagai sebuah penghormatan. Tujuannya untuk membersihkan rumah agar rezeki kedepan lebih bertambah,” ujar Koh Acong lagi.

Salam toleransi dan terus kompak dalam membangun Aceh menjadi lebih baik serta masyarakatnya yang sejahtera. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT