HomeWisataNyamannya di Lubok Sukon, Desa Wisata di Aceh Bikin Betah dan Enggan...

Nyamannya di Lubok Sukon, Desa Wisata di Aceh Bikin Betah dan Enggan Pulang

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Suara ponsel saya tiba-tiba berdering, Minggu (30/4/2023). Panggilan itu berasal dari rekan saya. Ia mengajak saya untuk berkunjung dan bersilaturrahim bersama sanak saudaranya di Gampong Lubok Sukon, Kabupaten Aceh Besar. Ajakan itu langsung saya sambut dengan positif. Tak lama kemudian, kami pun segera meluncur ke lokasi. Perlu diketahui, Gampong Lubok Sukon adalah salah satu desa wisata yang berada di bawah administratif Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Desa yang dikenal penduduknya ramah dan kreatif ini telah masuk daftar 75 desa wisata terbaik versi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Setiba di lokasi, pengunjung masih dapat melihat rumah panggung tradisional yang masih terawat dengan baik. Suasananya juga masih teduh karena banyaknya pepohonan rindang.

Umumnya, rumah panggung penduduk di Gampong Lubok Sukon ini berkontruksi kayu. Secara historisnya, rumah panggung Aceh terkenal kuat dan kokoh karena dibangun dengan prinsip tahan gempa.

Keceriaan anak-anak desa setempat terlihat saat memperkenalkan permainan Egrang atau Geunteut. Foto Taufik Ar Rifai

Bila akhir pekan tiba, pengunjung yang datang ke desa ini dapat menikmati pertunjuakan tarian adat Aceh. Tak hanya itu, aneka permaianan trasional juga masih digemari oleh masyarakat setempat. Salah satunya permainan egrang dan tarek situek. Egrang adalah salah satu permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan.

Bambu yang dibentuk seperti tongkat ini memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Permainan ini umumnya banyak digemari oleh kalangan anak-anak maupun dewasa dan mudah dijumpai di sejumlah daerah di nusantara. Permainan egrang ini seringkali digunakan dalam atraksi-atraksi nasional.

Keceriaan anak-anak remaja di Gampong Lubok Sukon Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Foto Taufik Ar Rifai

Sementara tarek situek adalah salah satu permainan tradisional bermain tarik pelepah pinang. Selain berwisata dan mengenal budaya, wisatawan juga dapat mencicipi aneka hidangan khas desa setempat. Misalnya sie reuboh dan kuah beulangong khas Gampong Lubok Sukon. Tak hanya itu, desa dinobatkan sebagai desa wisata terbaik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada medio April 2023 lalu juga dapat membeli aneka kejarinan tangan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Bila ingin menghabiskan waktu lebih lama disini,  masyarakat juga menyediakan homestay yang dikelola oleh aparatur desa. Saat ini, ada dua homestay yang aktif dikelola oleh masyarakat yakni Homestay Balai Putroe Phang dan Mida Homestay. Untuk per malamnya, para pengunjung cukup mengeluarkan uang sebanyak Rp 100 Ribu per malamnya.

Bagi hendak berkunjung, wisatawan akan menempuh jarak sekira 12 kilometer dari pusat ibukota Banda Aceh dengan durasi 20 menit dengan jarak tempuh dipacu rata-rata 60 km/jam. []

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News