Nostalgia Untung Sangaji : Saya Tidak Melupakan Aceh

MERAUKE | ACEHJURNAL.COM – “Bagi saya, Aceh sudah menjadi kampung halaman sendiri,” kata Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji saat mengawali obrolan dengan AcehJurnal.com via panggilan Whatapps, Sabtu (9/10/2021).
Selama bertugas di Tanah Rencong, sosok yang pernah berjibaku dengan kelompok Teroris di Sarinah, Jakarta Pusat pada Januari 2016 lalu semakin dibicarakan publik. Apalagi dirinya dipromosikan sebagai Kapolres Aceh Utara, ia kembali menjadi sorotan.
Selama di Aceh, ia disambut bagai pahlawan. Ini tak lepas dari peranannya menciptakan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Aceh Utara. Mulai dari pemberantasan narkoba, melakukan persuasif saat mengumpulkan sisa senjata api ilegal milik kombatan GAM, hingga turun ke pedalaman menyapa korban banjir. Sejumlah terobosan seperti membina kegiatan ekonomi narapidana dan masyarakat miskin, dan menyiapkan suplai air bersih bagi warga.

Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji saat menerima kunjungan Mualem ke Merauke. Foto Ist

“Ini tak lepas dari dukungan Mualem yang bersedia membantu pihak kepolisian dalam mengunkapkan senjata ilegal di Aceh,” ujar AKBP Untung Sangaji.

Baca Tiba di Merauke, Untung Sangaji : Krue Seumangat Mualem

Begitu juga angka kecelakaan lalu lintas relatif menurun. Lagi-lagi, ia kembali disanjungi masyarakat setelah membina 12 waria di kecamatan Lhoksukon dan Panton Labu.
Advertisement

Beredar sebuah cuplikan video saat Sangaji menyuruh anak buahnya untuk membawa waria ke kantor polisi. Para waria itu mendapatkan “pembinaan” antara lain mereka dipaksa berteriak sampai suaranya menjadi seperti laki-laki. Selain itu, rambut mereka dicukur dan diberi pakaian laki-laki.
“Petugas juga membina mereka dengan cara disuruh berlari sejenak, kemudian juga disuruh bersorak sekeras-kerasnya hingga suara pria mereka keluar,” kata AKBP Untung Sangaji.
Ia mengklaim, operasi ini untuk mencegah meningkatnya populasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang dinilai akan berdampak buruk terhadap generasi muda. Namun, aksi ini bukan tanpa kritikan, Untung Sangaji akhirnya memulangkan para waria itu.
“Mereka sudah pulang ke rumah masing-masing sejak tadi siang, dan kini mereka sudah macho-macho,” ujarnya.
Ia berprinsip, dimana ada masyarakat yang mengalami kesulitan, pihak kepolisian harus hadir. Oleh karena itu, dukungan semua pihak, khususnya alim ulama sangatlah penting.
“Saya tidak melupakan Aceh. Apalagi Mualem sudah saya anggap sebagai abang sendiri. Makanya ketika sampai kemari kita sambut beliau dengan meriah. Semoga abang Mualem selalu sehat wal alfiat,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT