Meski Terima Penghargaan Presiden, KAMI Minta Gatot Tetap Kritis

JAKARTA | Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara meminta Presidium KAMI sekaligus mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tetap kritis terhadap pemerintah meski diganjar penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo.

“Jadi dengan kondisi negara yang makin enggak kondusif dan enggak menguntungkan rakyat, harapan kita tetap makin kritis bersuara, gerakan moral KAMI juga bisa makin menggema,” kata Marwan dikutip laman CNNIndonesia.com, Rabu (11/11).

Marwan juga berharap Gatot bisa tetap lantang bersuara seperti sebelum mendapatkan penghargaan dari negara. Sebab, kondisi bernegara dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah belakangan ini banyak yang tak sejalan dengan keinginan masyarakat secara luas.

“Kalau perlu makin kencang karena banyak hal yang enggak sejalan dengan kepentingan publik yang terjadi,” kata Marwan.

Di sisi lain, Marwan menegaskan pemberian penghargaan Bintang Mahaputera kepada bekas pejabat negara merupakan hal wajar. Sebab, penghargaan itu sudah banyak diberikan kepada para pejabat negara oleh presiden sebelumnya bagi yang telah mengabdi dan berjasa bagi negara.

“Ini adalah hak yang sudah banyak diberikan kepada pejabat-pejabat negara, termasuk TNI dan Polri. Jangan merasa pemerintah memberikan sesuatu yang berbeda. Ini hal biasa,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan Gatot tetap menerima Bintang Mahaputera meski tak hadir dalam acara penyematan di Istana Negara, Rabu (11/11) kemarin.

Gatot sendiri tak menghadiri acara penyematan tersebut. Salah satunya karena alasan pandemi Covid-19.

Rencana pemberian Bintang Mahaputera kepada Gatot sebelumnya juga sempat menuai pertanyaan publik. Alasannya, selama ini Gatot kerap mengkritik pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan Gatot tetap menerima Bintang Mahaputera meski tak hadir dalam acara penyematan di Istana Negara, hari ini (11/11).

Marwan juga sempat menyebut penghargaan itu merupakan upaya pemerintah melemahkan semangat oposisi. Dia mengklaim sebagian besar anggota KAMI sepakat agar Gatot menolak pemberian penghargaan dari Jokowi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT