Menyeruput Kopi Liberika, Si Biji Hitam Khas Tangse

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

SIGLI | ACEHJURNAL.COM –  Indonesia memiliki beragam jenis kopi tersebar dari Sabang hingga Merauke. Beberapa jenis kopi dari Indonesia ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas, dimana masing-masing daerah memiliki cara budidaya yang berbeda.

Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, jumlah konsumen kopi pada tahun 2021 diperkirakan akan melonjak sekitar 370 ribu ton. Ini dapat diprediksikan bahwa, pasokan kopi mencapai 795 ribu ton. Sehingga Indonesia nantinya akan mengalami surplus sebesar 425 ribu ton.

Tinggi pasokan kopi membuat Indonesia nantinya akan dijuluki sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia. Ini ditandai banyaknya ekspor kopi buatan petani lokasi ke mancanegara. Salah satunya adalah kopi arabica khas Gayo yang tumbuh di Daratan Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Maka tak heran, varietas kopi arabika menjadi salah satu komoditi unggulan dari Tanoh Gayo yang rata-rata berada pada ketinggian 1.000 hingga 1.200 mdpl.

Selain kopi arabika, Bumi Serambi Mekkah ini juga memiliki daerah penghasil kopi lainnya, yakni kopi robusta dan liberika khas Tangse, Kabupaten Pidie.

Kopi Liberika, merupakan jenis kopi yang berasal dari Liberia yang dibudidayakan oleh masyarakat Tangse. Jenis kopi ini paling banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Bagi warga Tangse, mereka menyebutnya kopi panah (nangka). Ini dikarenakan memiliki citarasa dan aroma khas buah nangka.  Citarasa kopi liberika ini juga tidak jauh berbeda dengan arabica. Rasanya tidak terlalu pekat dengan kadar keasamannya seimbang, sehingga menjadi salah satu jenis kopi yang juga sangat digemari, khususnya bagi mereka yang bukan penyuka kopi asam. Karakter kopi liberika ini juga tidak jauh berbeda dengan jenis kopi lainnya di Indonesia. Hanya saja, kopi liberika ini memiliki aftertaste, atau rasa tertinggal di mulut usai mencicipinya dan cenderung lebih bersih. Maka tak heran, kopi liberika ini juga kerap dijarikan sebagai house blend di berbagai kedai kopi kekinian.

Edy Azhari berpose di depan café H2E miliknya. Di café inilah, sapaan akrab Edy Tangse ini bukan hanya menjual kopi, namun juga mempromosikan kopi ke seantero nusantara. Foto Taufik Ar Rifai
Edy Azhari berpose di depan café H2E miliknya. Di café inilah, sapaan akrab Edy Tangse ini bukan hanya menjual kopi, namun juga mempromosikan kopi ke seantero nusantara. Foto Taufik Ar Rifai

Edy Azhari merupakan salah satu putra asli Tangse yang ikut mengharumkan nama kopi liberika. Ayah dua putra yang pernah mengenyam Pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Jogjakarta ini sangat konsen memperkenalkan kopi Tangse ke nusantara.

Pemilik Cafe H2E ini juga secara khusus menjual dan sekaligus mempromosikan kopi Tangse ke masyarakat luar. Cafe letaknya sepelemparan batu di jalan Tangse – Meulaboh ini menjadi incaran warga untuk menikmati kopi khas Tangse. Di cafe inilah, sapaan akrab Edi Tangse ini berperan penuh menjaga kualitas dan citarasa kopi Tangse. Mulai dari memilih biji kopi pilihan, proses roasting hingga menjadi barista. Ini dilakukannya semata-mata untuk menyelamatkan generasi kopi Tangse sehingga kian terjaga keasliannya.

Salah satu kopi yang sangat digemari adalah espresso madu. Disini, para pecinta kopi dapat memesannya dengan dua varian rasa, yakni espresso arabica madu maupun espresso robusta madu.

“Madu ini juga berasal dari hutan Tangse. Ini kita beli langsung dari warga disini,” kata Edy Azhari pada awal Agustus 2020 lalu.

Edy menjelaskan, Kecamatan Tangse  kaya akan varian jenis kopi. Mulai dari robusta, arabica hingga liberika. Umumnya, tanaman kopi tersebut merupakan jejak peninggalan masa kolonial Belanda saat melakukan ekspansi di Tanah Rencong.

Kopi espresso liberika madu khas Tangse. Foto Taufik Ar Rifai
Kopi espresso liberika madu khas Tangse. Foto Taufik Ar Rifai

“Sebenarnya Tangse ini awalnya juga salah satu sentral pengasil kopi robusta. Bahkan kopi arabica juga tumbuh di gunung Halimon dengan ketinggian 900 hingga 1.000 mdpl,” ujar Edi Azhari.

Namun  produksi kopi di Tangse mulai menurun sejak tahun 1997. Pasalnya, para petani mulai menggantikan dengan tanaman kakao. Ini dikarenakan harga kakao di pasaran saat ini kian menggiurkan.

“Padahal, kakao itu tidak dapat hidup di daerah ketinggian dan berhawa dingin seperti di Tangse. Maka sebab itulah kita selaku putra daerah Kembali mengkampanyekan kembali Tangse sebagai sentral penghasil kopi selain  di Tanoh Gayo,” pungkasnya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Related Articles

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...