HomeOlahragaMenguji Adrenalin di Sungai Samar Kilang

Menguji Adrenalin di Sungai Samar Kilang

BENER MERIAH | ACEHJURNAL.COM – Melancong ke Daratan Tinggi Gayo selalu menjadi pilihan asyik untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Selain menikmati pemandangan alamnya yang indah, namun juga bisa menjajal olahraga ekstrim berupa arung jeram di Kabupaten Bener Meriah.

Bagi traveller yang suka tantangan, ada baiknya untuk mencoba wisata arung jeram di kawasan pedalaman Samar Kilang. Lokasi ini dinamakan Wisata Berawang Beringin di Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Tempat wisata khusus arung ini akan menawarkan pengalaman baru bagi traveller yang lumayan menguji adrenalin.

Para traveller akan menyusuri sungai Samar Kilang dengan sesansi lumayan menguji adrenalin. Foto Taufik Ar Rifai
Para traveller akan menyusuri sungai Samar Kilang dengan sesansi lumayan menguji adrenalin. Foto Taufik Ar Rifai

Di lokasi ini, traveller akan merasakan sensasi mengarungi sungai Samar Kilang dengan menggunakan perahu karet. Sungai Samar Kilang memiliki debit air stabil di semua musim, sehingga aman dan cocok untuk diarungi oleh siapapun. Bahkan bagi traveller yang belum pernah melakukan arung jeram sekalipun.

Salah satu pengelola menuturkan, wisata arung jeram ini awalnya digagas oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bener Meriah.

“Awalnya, rafting (arung jeram) ini pertama kali digagas oleh Bang Gembel. Dilanjutkan oleh mahasiswa pecinta alam (Mapala) dan komunitas FAJI,” ujar salah satu panitia Wildan kepada AcehJurnal.com, Minggu (20/08/2023).

Saat mengikuti arung jeram, para traveller akan diberikan perlengkapan safety selama menjelajah sungai Samar Kilang. Foto Taufik Ar Rifai
Saat mengikuti arung jeram, para traveller akan diberikan perlengkapan safety selama menjelajah sungai Samar Kilang. Foto Taufik Ar Rifai

Adapun jarak tempuh untuk arung jeram sejauh 7 kilometer. Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi tersebut, cukup membayar Rp230 ribu per orang. Saat mengikuti arung jeram, para traveller akan diberikan perlengkapan safety selama menjelajah sungai Samar Kilang. Sebelum menjajal arung jeram, traveller akan diangkut terlebih dahulu menggunakan mobil bak terbuka melintasi jembatan.

“Untuk fasilitas, kita ada makan, perlengkapan safety dan kendaraan untuk mengantar dan menjemput pengunjung ke lokasi,” ujarnya lagi.

Sungai Samar Kilang memiliki debit air stabil di semua musim, sehingga aman dan cocok untuk diarungi oleh siapapun. Foto Taufik Ar Rifai
Sungai Samar Kilang memiliki debit air stabil di semua musim, sehingga aman dan cocok untuk diarungi oleh siapapun. Foto Taufik Ar Rifai

Salah seorang traveller asal Banda Aceh, Rahayu (24)cukup terpacu andrenalinnya untuk menjajal wisata ekstrem di sungai Samar Kilang. Oleh karena itu, ia bersama rekan-rekannya sengaja liburan ke Samar Kilang hanya untuk merasakan sensasi arung jeram di pedalaman Bener Meriah tersebut.

“ Ini pertama kali buat kami ini untuk datang ke wisata rafting (arung jeram) yang ada di Samar Kilang. Sebelumnya, arung jeram ini sudah viral di sosmed sehingga kita perlu mencobanya kemari,” ujar Rahayu.

*Jejak Historis Kerajaan Linge hingga DI/TII dan GAM

Kawasan Samar Kilang sebenarnya memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat Dataran Tinggi Gayo dan Aceh sendiri. Kisah Gajah Putih semasa kerajaan Linge dan Aceh sangat berkaitan erat dengan lokasi Samar Kilang. Meski lokasinya masih terbilang paling marginal di kawasan Bener Meriah, Samar Kilang menjadi lokasi strategis bagi pejuang Aceh melawan kolonialis Belanda. Begitu halnya saat pergolakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), lokasi ini menjadi markas strategis bagi Tgk Ilyas Leube dan sejumlah tokoh-tokoh pejuang Tanoh Gayo dan Aceh.

Semasa konflik Aceh, kawasan ini juga menjadi pusat perlindungan bagi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sebut saja Zaini Abdullah (mantan Gubernur Aceh), Tgk Ilyas Leubee, Panglima GAM wilayah Linge, Fauzan Azima dan sejumlah petinggi GAM lainnya pernah bersembunyi di belantara Samar Kilang.

Bahkan, Mualem-sapaan akrab Muzakir Manaf, panglima GAM beserta pengawalnya juga pernah bersembunyi di hutan Samar Kilang saat ia beserta pasukannya terjepit dari gempuran TNI.

“Di rimba Samar Kilang inilah, Mualem beserta pasukannya pernah berlindung dibawah pengawalan ketat pasukan GAM wilayah Linge,” tutur Fauzan Azima. (***)

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News