Massa Cinta NKRI Tolak Kehadiran KAMI di Aceh

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro,...

Gubernur Aceh Resmikan Masjid Bantuan Rakyat Aceh di Palu

PALU | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan Masjid Nurul Hasanah Aceh di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (22/11)...

Terima Kunjungan Jubir Menhan, Wali Nanggroe Aceh Tegaskan Realisasi MoU Helsinki dan UUPA

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar menerima kunjungan juru bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di Meuligoe Wali...

Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq, Ini Sosok Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman

JAKARTA | Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya." Begitulah petikan pernyataan tegas Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta ( Pangdam Jaya) Mayjen...

BANDA ACEH | Massa Gerakan Masyarakat Cinta NKRI dari berbagai elemen di Provinsi Aceh menyatakan menolak kehadiran Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) karena dapat mengancam perdamaian dan persatuan Indonesia.

Penolakan tersebut disampaikan dalam unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (9/11).

Unjuk rasa diikuti puluhan orang tersebut, massa mengusung spanduk bertuliskan “Stop pecah belah anak bangsa demi keutuhan negara tercinta. Rakyat tolak deklarasi KAMI di Aceh”.

Unjuk rasa di bundaran padat lalu lintas tersebut mendapat pengawal ketat polisi. Aksi  tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan. Unjuk rasa berlangsung kurang satu jam tersebut tidak menimbulkan kemacetan.

Heri Safrijal, koordinator unjuk  rasa, mengatakan kehadiran KAMI cenderung mendiskreditkan segala aspek kegagalan pengelolaan negara oleh Pemerintahan Joko Widodo.

“Karena itu, kami menilai ini berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian di Aceh. Apalagi kami menilai kehadiran KAMI sudah memprovokasi pikiran-pikiran elemen sipil di Aceh,” kata Heri Safrijal.

leh karena itu, Heri Safrijal mengajak masyarakat Aceh menolak kehadiran KAMI karena dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang sedang berlangsung sangat baik di Aceh.

“Kami menolak keras deklarasi KAMI di Aceh karena mengganggu konsentrasi pemerintah pusat dalam menjalankan agenda pembangunan serta penanganan COVID-19,” kata Heri Safrijal.

Selain itu, massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cinta NKRI tersebut menuntut Polda Aceh memantau secara intensif pergerakan KAMI, baik berupa mobilisasi massa maupun isu-isu memecah belah elemen masyarakat Aceh.

“Kami mendesak Polda Aceh menindak tegas kelompok no yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengajak masyarakat tidak terprovokasi serta mendukung pemerintah pusat memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa,” kata Heri Safrijal.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa Gerakan Masyarakat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut meninggalkan Bundaran Simpang Lima. Selanjutnya, massa berjalan kaki menuju Masjid Raya Baiturrahman yang jaraknya kurang dari satu kilometer untuk berdoa. [ANTARA]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro,...

Gubernur Aceh Resmikan Masjid Bantuan Rakyat Aceh di Palu

PALU | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan Masjid Nurul Hasanah Aceh di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (22/11)...

BERITA TERKAIT

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro,...

Gubernur Aceh Resmikan Masjid Bantuan Rakyat Aceh di Palu

PALU | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan Masjid Nurul Hasanah Aceh di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (22/11)...