Krisis Politik Lebanon dan Ledakan Beirut – Analisis

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Ledakan yang menghancurkan 70 persen kegiatan ekonomi di pelabuhan strategis Beirut, Lebanon pada selasa lalu (5/8) diperkirakan juga akan merusak berbagai kerja sama politik.

Tak ada bukti nyata bahwa ledakan seperti itu terjadi akibat intervensi langsung dari luar.

Namun krisis ekonomi yang melanda Lebanon dalam beberapa bulan terakhir, keterlibatan langsung Hizbullah di Suriah, dukungan Iran untuk Hizbullah dan perkembangan negara itu dengan Israel di perbatasan dalam beberapa minggu terakhir, memperkeruh keadaan di kawasan yang tak kunjung stabil.

Para pakar pun mulai meramalkan siapa aktor dibalik aksi protes anti-pemerintah, pembunuhan politik dan ledakan besar terakhir ini, namun mereka juga sulit untuk mengungkapkan secara objektif terkait serangan tersebut dengan data yang ada sekarang.

Israel diuntungkan dari ledakan di tengah krisis politik Lebanon

Pada 3 Agustus, sehari sebelum ledakan, Menteri Luar Negeri Lebanon Nassif Hitti mengajukan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Hassan Diab.

Hizbullah diketahui berpengaruh dalam pemerintahan Lebanon saat ini.

Pada 7 Agustus mendatang, Pengadilan Swasta Internasional Lebanon akan mengumumkan hasil kasus pembunuhan berencana terhadap mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada 14 Februari 2005 silam.

Menurut beberapa pihak, pengadilan akan mengumumkan kepada dunia bahwa “Hizbullah telah membunuh Rafik Hariri”.

Dalam review yang diterbitkan di pusat penelitian Al-Marsad Al-Masry yang berbasis di Mesir, peneliti politik Mesir Dr. Muhammed Mujahid al-Zayyad mengungkapkan bahwa perkembangan sebelum ledakan di Beirut mengarah kepada Hizbullah.

Dalam artikelnya, Zayyad memperkirakan bahwa Israel akan menjadi negara yang paling mengambil keuntungan dari ledakan ini.

Menggarisbawahi bahwa Hizbullah akan lebih ditekan di Lebanon setelah ledakan itu dan Nasrallah akan semakin mengalami kesulitan di arena internasional, Zayyad berpendapat bahwa Saad al-Hariri juga menjadi sasaran dalam serangan itu.

Terbuka peluang bagi AS untuk aktif di Lebanon

Beberapa pengamat memperkirakan bahwa perkembangan pahit dan krisis politik di Lebanon akan menjauhkan negara itu dari Iran dan keadaan tersebut membawa Lebanon lebih dekat ke Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya pemerintah Prancis mendesak Washington untuk campur tangan terhadap Lebanon, tetapi pemerintahan Donald Trump tak setuju dengan langkah itu, sehingga para pakar pun menganggap ledakan itu menawarkan peluang kepada AS untuk menjadi lebih aktif di negara itu.

Para pakar sepakat bahwa Hizbullah akan menjadi pihak yang paling dirugikan dalam periode mendatang di Lebanon. Mereka juga memperkirakan dukungan politik domestik terhadap Saad al-Hariri akan meningkat.

Muhammad Abdullah Azzam
Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Related Articles

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...