Kisah Prajurit Kopassus Bertemu Sosok Misterius di Hutan Rimba Aceh

PRAJURIT Kopassus tidak hanya jago tempur di medan laga, pasukan baret merah ini juga beberapa kali diterjunkan di berbagai ekspedisi. Sejumlah ekspedisi yang dilakukan Kopassus adalah Ekspedisi Cendrawasih untuk menaklukkan Puncak Sukarno (1964), Eksepedisi Lembah X (1969), Ekspedisi Perkumpulan Pendaki Gunung Angkatan Darat (PPGAD) ke Gunung Grandes Jorasses, Prancis (1990), Ekspedisi Gunung Everest (1997) dan juga Ekspedisi Poligon (1999), yaitu mendaki sembilan puncak tertinggi di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, pasukan yang memiliki semboyan Tribuana Chandraca Satya Dharma ini menggelar Ekspedisi NKRI. Letkol Inf Iwan Setiawan yang pada waktu itu menjabat sebagai Wadan Grup 2 Kopassus – Kandang Menjangan didapuk untuk melaksanakan ekspedisi tersebut. Letkol Inf Iwan Setiawan malang melintang mengikuti berbagai penugasan, salah satunya ia pernah terlibat dalam Ekspedisi Gunung Everest. Oleh karena itu, jam terbangnya tidak diragukan lagi.

BACA : Dipicu soal Rokok, Brimob Bentrok dengan Kopassus di Papua

Dilansir buku Kopassus untuk Indonesia jilid II, Jumat (19/11/2021) lokasi ekspedisi dipilih dari pulau yang paling barat, Sumatera, sampai ke paling Timur, Papua. Ekspedisi yang tadinya direncanakan bisa sampai ke Papua dalam 2-3 tahun, ternyata baru sampai Papua Selatan pada 2017. Dari awal ekspedisi ini dibentuk sudah menyelesaikan Ekspedisi Bukit Barisan (2011), Ekspedisi Khatulistiwa (2012), Ekspedisi Koridor Sulawesi (2013), Ekspedisi Koridor Maluku dan Maluku Utara (2014), Ekspedisi Koridor Kepulauan Nusa Tenggara (2015), Ekspedisi Koridor Papua Barat (2016), dan Ekspedisi Papua Selatan (2017) yang rata-rata diikuti 1000 anggota sipil dan militer.

Setiap Ekspedisi NKRI selalu memiliki temuan-temuan unik, baik yang sudah direncanakan maupun yang tidak disengaja. Pada waktu Ekspedisi Bukit Barisan dan tim sosial budaya sedang berada di pelosok Aceh, tidak sengaja mereka bertemu sekelompok warga yang sudah hidup terisolasi sedemikian lama sehingga bukan hanya tidak punya KTP, mereka pun tidak sadar akan sistem pemerintahan RI sekarang. Untuk diketahui, hutan Aceh sangat lebat dan banyak wilayahnya yang belum dijamah tangan manusia.

Hal ini menyimpan banyak misteri didalamnya. Salah satunya saat sejumlah penggemar motorcross merekam tidak sengaja penampakan makhluk yang diduga Suku Mante. Suku Mante diyakini telah ada di Aceh sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Mereka digambarkan bertubuh kerdil, badannya bungkuk dan kakinya kecil. Sangat gesit saat berlari. Mereka diduga tersebar di belantara Aceh Timur, Aceh Besar, Pidie hingga ke bagian tengah Aceh atau dataran tinggi Gayo.

BACA : [Foto] Indahnya Alam dan Kopi di Tanoh Gayo

Advertisement

Sejarawan sekaligus arkeolog Aceh, Husaini Ibrahim menuturkan, asal usul suku Mante berawal dari rumah 12 yang ada di Aceh Besar pada ribuan tahun lalu. Setelah membangun tempat huni khas masa lalu, mereka kemudian memilih bertahan di belantara hutan saat para pendatang mulai masuk ke Aceh. “Asalnya dari Aceh Besar, dulu dikenal dengan istilah rumoh 12. Mulanya mereka membuat rumah 12 buah di Aceh Besar. Kemudian menyebar ke lokasi lain karena terdesak pengaruh saat masuk orang Hindu, Budha, orang Islam,” kata Husaini kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Husaini tidak bercerita banyak soal kisah 12 rumah tersebut. Namun ia mengaku asal muasal suku Mante memang berawal dari Aceh Besar usai dibangun 12 rumah banjar di masa lalu. Akibat makin banyak pendatang dan peradaban Hindu Budha hingga peradaban Islam, menurut Husaini, suku Mante pun memilih mengasingkan diri ke hutan. Hingga sekarang, orang-orang Mante diyakini masih ada di hutan Aceh. Apalagi perawakan kelompok ini masih bersifat primitif dan enggan dekat dengan manusia. Meski begitu suku Mante dipastikan juga sebagai manusia. “Tingginya rata-rata 60 sentimeter dan paling tinggi 1 meter,” tandasnya. [Okezone]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT