[Foto] Indahnya Alam dan Kopi di Tanoh Gayo

Takengon | AcehJurnal.com – Provinsi Aceh tak hanya dianugerahi keindahan alam baharinya. Provinsi paling barat Indonesia ini juga memiliki keindahan alam di dataran tingginya. Salah satunya adalah Takengon dan Bener Meriah. Secara topografis, kedua daerah ini memiliki landskap berbukit dan dipagari pegununan. Sepanjang jalanan, kita akan melihat hamparan kebun kopi milik warga berjejer rapi. Ada juga kebun jeruk, apokat, stroberi dan tanaman-tanaman palawija lainnya. Tak jarang hasil bumi dari daerah ini, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dikirim ke daerah Aceh lainnya.
Khususnya bagi penikmat kopi, pasti tak asing lagi dengan kopi Gayo. Sehingga tak jarang wisatawan selain datang untuk menikmati keindahan alam, juga untuk sekedar ngopi sambil menikmati keindahan panorama Danau Lut Tawar. Mayoritas masyarakat yang tinggal disini merupakan suku Gayo. Bahasa mereka berbeda dengan bahasa Aceh lainnya. Dari Daratan Tinggi Gayo inilah, Tari Saman kian populer dan mendunia. Tak nya Saman, tarian Didong dan Guel juga berasal dari sini.

Baca juga : Berlabuh Rindu di Lut Tawar

Bila pagi atau sore hari, cobalah berkeliling mengitari Danau Lut Tawar. Kita akan disuguhi dengan panorama alam yang lumayan memanjakan mata. Setiap sudut, si telaga biru raksasa ini memiliki keindahan luar biasa. Sekedar melepas penat, pengunjung dapat singgah di sejumlah café-café yang menyediakan aneka kuliner khas Tanoh Gayo, diantaranya ikan masam jing.
Advertisement

Sepanjang perjalanan, kita akan menjumpai hamparan kebun kopi milik warga yang tumbuh subur disini. kualitas kopinya juga sangat baik. Selain tanahnya subur, iklim dan suhunya juga sangat cocok. Usai mengitari danau, cobalah menikmati keasrian dan keindahan kota Takengon dari atas bukit. Tepatnya di lokasi Bur Telege.
“Di atas perbukitan ini, seluruh aktifitas kota terawasi dengan mudah. Ini recommended bagi pengunjung agar naik sekira pukul 07.00 WIB. Disini, kita akan melihat keindahan matahari terbit dari balik bukit yang diselimuti kabut,” kata Bardan Sahidi, anggota DPRA kepada AcehJurnal.com pada Minggu (12/9/2021).

 

Baca : Harga Kopi Gayo Anjlok, Petani Semakin Terpuruk

Saat malam hari, pengunjung disarankan untuk berkeliling kota Takengon dan Bener Meriah. Gerai-gerai kopi terlihat di setiap sudut dengan barista-barista professional yang bikin mata jadi atraktif. Jika malam harinya, disarankan agar pengunjung mengenakan jaket tebal. Karena suhu dingin akan memuncak pada malam hari.
“Dua bulan lagi, jangan lupa kemari. Pada November hingga Januari, kita dapat melihat aktifitas petani memanen kopi dengan cara tradisional,” kata Bardan Sahidi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT