Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik mungkin untuk menjawab persoalan mendasar yang dialami Aceh selama ini.

Pernyataan ini disampaikan Dahlan Jamaluddin saat membuka Sidang Paripurna DPRA dengan agenda Pendapat Badan Anggaran DPRA Terhadap Rancangan Qanun APBA Tahun 2021, Jumat (27/11). Turut hadir Gubernur Aceh,  Nova Iriansyah dan Sekda Aceh, Taqwallah.

“Saat ini persoalan mendasar yang harus diselesaikan di Aceh adalah persoalan ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh. Angka kemiskinan dan pengangguran masih sangat tinggi di Aceh,” ujar Dahlan Jamaluddin.

Dahlan menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional. Kesenjangan pembangunan antara kabupaten dan kota di Aceh juga masih sangat tinggi.

Dari laporan BPS dirilis pada Maret 2020 menyebutkan angka kemiskinan di Aceh berjumlah 815 ribu orang, dengan persentase 14,99 persen. Walaupun secara persentase menurun dibandingkan September tahun 2019, jumlah orang miskin bertambah lima ribu orang lebih. Menurutnya, saat ini angka pengangguran di Aceh mencapai 136 ribu orang atau 5,42 persen. Aceh berada pada posisi tertinggi nomor dua di Sumatera dalam persoalan angka kemiskinan dan angka pengangguran.

“APBA yang jumlahnya Rp16 triliun lebih ini harus dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh,” ujarnya lagi.

Dalam penggunaan anggaran tersebut, kata Dahlan, APBA tersebut harus dilaksanakan dengan benar. Selain memenuhi aspek administrasi, pelaksanaan program Pemerintah Aceh harus menjaga kualitas mutu dan tepat sasaran. Dahlan menjelaskan bahwa, secara filosofis keberadaan APBA yaitu untuk dapat mengetahui perkembangan pembangunan dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya. APBA merupakan arah dan petunjuk untuk melaksanakan pembangunan Aceh dalam satu tahun mendatang yang telah direncanakan.

“Dengan adanya APBA kita sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa saja yang akan diterima sebagai pendapatan dan pengeluaran apa saja yang harus dikeluarkan dalam satu tahun anggaran. APBA ini instrumen memelihara dan menyeimbangkan perekonomian Aceh,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT