SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Sungguh biadab! Begitulah ucapan yang pantas dilontarkan kepada pria berinisial A (32). Warga Gampong Lampoh Krueng Kecamatan Kota Sigli tega menganiaya Rusli (57) dan Murni binti Puteh (52) yang tak lain adalah orangtuanya sendiri. Tak hanya itu, A juga ikut menaniaya adiknya sendiri, Anuari (27). Permasalahan ini dipicu lantaran tidak dipenuhi permintaan biaya pernikahannya.
Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali, SIK melalui Kasi Humas AKP Anwar, S, Ag menjelaskan bahwa Pelaku yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ayam potong di Pasar Pante Teungoh, sempat cekcok dengan para korban yang merupakan keluarga sendiri.
Kronologisnya berawal saat pelaku meminta uang sebanyak Rp 5 Juta kepada ibunya, Murni pada Kamis (12/10) sekira pukul 19.45 WIB. Uang tersebut digunakan pelaku untuk keperluan nikahnya.
“Disaat pelaku meminta uang pada ibunya, di dalam rumah saat itu juga ada adik kandung pelaku yang bernama Anuari (27) dan ayah kandung pelaku yang bernama Rusli (57),” ujar AKP Anwar.
Karena ibunya tak memiliki uang, pelaku merasa kecewa dan terlibat cekcok dengan ibunya. Saat cekcok itu terjadi, adiknya Anuari mencoba melerainya. Tiba-tiba pelaku langsung mengambil sebilah parang dan berusaha melukai adiknya. Melihat hal tersebut, kedua orangtuanya mencoba melerai pelaku dan adiknya.
“Pada saat meleraikan cekcok antara pelaku dengan adiknya, saat itulah Murni terluka dibagian jari tangannya dan Rusli terluka di bagian telapak kakinya akibat tersabet parang yang dipegang oleh pelaku”, terang AKP Anwar, S.Ag.
Mendapat informasi tersebut sejumlah personil polsek Kota Sigli mendatangi lokasi rumah korban. Polisi langsung mengevakusi kedua orang tua pelaku ke rumah sakit, sedangkan pelaku yang saat itu masih bersembunyi di kamarnya. Namun pelaku berhasil kabur dengan parang ditangannya saat hendak diamankan oleh petugas.
“Pelaku kabur lewat pintu belakang rumah ke arah semak-semak belakang rumahnya,” ungkap AKP Anwar, S, Ag.
Hingga saat ini, pelaku masih dalam pengejaran pihak petugas. []



