BANDA ACEH | ACEH JURNAL.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M memberikan kuliah di hadapan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Kehadirannya disambut baik oleh sivitas akademika setempat. Kuliah umum dengan tema “Persatuan dan Kebhinekaan Nusantara” berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 10/3).
Dalam sambutannya, Jenderal TNI Dudung mengatakan, Pemerintah Republik Indonesia sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh. Karena kecintaan masyarakat Aceh dalam memperjuangkan bangsa ini sangatlah besar. Mulai dari banyaknya ulama dan patriot Tanah Rencong yang rela mengorbankan harta bahkan nyawanya demi kemerdekaan.
“Banyak sekali pahlawan yang kita kenal di Aceh seperti Teuku Umar, Tjut Nya’ Dhien dan lain-lain. Dari segi materi, sumbangsih rakyat Aceh begitu besar. Salahsatunya menyumbang pesawat Seulawah sebagai bukti nasionalisme rakyat Aceh terhadap perjuangan bangsa Indonesia, ” ujar Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, Kamis (10/3).
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini telah menjadikan dunia tanpa batas, hal ini berpengaruh langsung terhadap pola bernegara, termasuk perubahan masyarakat dunia pada tataran global. Sehingga yang terjadi belahan dunia tertentu bisa menjadi penggerak bagi yang lain begitu cepat.
“Terbukanya jaringan internet juga diiringi dengan berkembangnya berita bohong dengan menggunakan platfom media, mempengaruhi opini masyarakat yang digunakan untuk kepetingan kelompok. Ini tentu menganggu nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Jenderal TNI AD, Dudung Abdurachman.Jenderal TNI AD, Dudung Abdurachman.
Saat ini butuh ketelitian ekstra, sebab ada di era dimana kebohongan menjadi kebenaran, dengan memainkan emosi dan perasaan. Hal tersebut pada akhirnya mudah sekali terjadi konflik SARA. Indeks kerentanan 2021 terjadi konflik di banyak negara, Indonesia menduduki peringkat 99 dari 179 Negara.
“Bangsa Indonesia punya nilai-nilai pemersatu bangsa. Nilai tersebut merupakan nilai dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang digunakan pada saat bangsa menghadapi musuh bersama,” ucap KASAD TNI AD.
Nilai-nilai tersebut seperti, sudah sejak 660 tahun lalu nenek moyang kita telah menghargai perbedaan, kemudian di tengah masyarakat kebersamaan dan gotong royong, serta optimisme dan percaya diri.
Tak lupa, Â Jenderal TNI AD, Dudung Abdurachman mengatakan, nilai-nilai bangsa Indonesia harus dipahami sebagai wawasan kebangsaan. Nilai tersebut mengkristal dalam Pancasila, sebagai nilai ke-Indonesia-an sekaligus pendorong cita-cita proklamasi.
Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum hari ini sangatlah penting, untuk memaknai kembali keberagaman kita sebagai bangsa. Apakah selama ini kita sudah benar-benar menjadi contoh yang baik dalam mendukung persatuan, atau malah sebaliknya.
“Kita masih keliru dalam memaknai semua perbedaan, sehingga sikap dan prilaku kita justru berpotensi merusak persatuan bangsa yang sudah terjalin,” ucap Prof Marwan.
Untuk itu Rektor berharap, kuliah umum ini dapat semakin membuka wawasan semua pihak akan tentang pentingnya pendidikan. Karena untuk membangun negara, semangat saja tidak cukup. Tapi harus kita bekali dengan ilmu pengetahuan, sehingga apapun peran kita saat ini tetap mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Dan kami sangat mengapresiasi, karena sikap seperti ini ternyata telah dicontohkan oleh Bapak KASAD. Karena seperti yang kita ketahui, meskipun beliau saat ini sudah menjadi seorang Jendral dan memiliki jabatan yang tinggi, namun semangatnya untuk menuntut ilmu tidaklah berhenti,” puji Rektor.
Di mana saat ini, di tengah kesibukannya beliau masih meluangkan waktu untuk menempuh Program Doktoral pada Jurusan Manajemen Strategis di Universitas Trisakti. Kami berdoa, semoga Bapak KASAD Â bisa segera menuntaskan program pendidikan ini dan ilmunya bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.



