ACEH TIMUR | ACEHJURNAL.COM – Puluhan korban keracunan kebocoran gas PT Medco E&P Malaka asal gampong Panton Rayeuk T dan Panton Rayeuk A, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur mengadu kepada H. Sudirman alias Haji Uma, Selasa (3/10/2023).
Pertemuan warga dengan senator Aceh ini berawal dari keluhan tokoh masyrakat setempat. Mereka meminta Haji Uma memfasilitas korban untuk bertemu dengan PT. Medco. Pasalnya, selama ini warga mengeluh efek dari keracunan gas yang masih memakan korban.
Haji Uma langsung berkomunikasi dengan kepala pelaksana BPBD Aceh Timur dan Humas PT. Medco untuk bersama-sama bertemu korban di gampong Panton Rayeuk T. Dalam pertemuan yang berlangsung di dayah Bustanuz Zahidin gampong Panton Rayeuk T, korban menyampaikan berbagai permasalahan yang ditimbulkan akibat penambangan PT. Medco terutama pasca keracunan gas 24 September 2023 lalu. Warga mengaku, keracunan gas PT. Medco yang dialami masyarakat sekitar merupakan kejadian yang ketiga kalinya sejak tahun 2021.
“Masyarakat mengadukan penanganan yang tidak serius oleh PT. Medco terhadap korban keracunan gas yang terjadi 24 September lalu, dimana para korban yang dirawat di rumah sakit hanya diberikan makan untuk keluarga pendamping,” ujar anggota DPD RI, H. Sudirman alias Haji Uma.
Haji Uma mengaku, PT. Medco juga menjanjikan dana kompensasi kepada korban yang mengungsi 500 ribu/ KK perhari. Namun dana kompensasi tersebut hingga hari ini belum diserahkan. Bahkan, korban yang dirawat di rumah sakit juga terlalu cepat disimpulkan sudah sembuh dan dapat kembali ke rumah, padahal korban masih membutuhkan perawatan.
Salah satu warga, Mariana (45) mengaku tiga anaknya menjadi korban keracunan PT. Medco. Hingga saat ini, ketiga anaknya itu masih sakit-sakitan. Sementara itu, humas PT. Medco, Hamid menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan posko Kesehatan untuk warga. Menurutnya, posko itu akan ditempatkan di Gampong Panton Rayeuk T pada Kamis (05/10/2023).
“Pihak PT. Medco katanya akan mendatangkan spesialis dari Aceh Tamiang untuk pemeriksaan kesehatan warga yang terdampak,” tambah Haji Uma.
Namun, suasana pertemuan agak sedikit menegangkan lantaran ada warga yang membantah terkait pembangunan posko oleh PT. Medco. Pasalnya, sistem pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada warga sama sekali tak memadai. Bahkan salah satu warga turut memperlihatkan obat yang diberikan dokter berbeda dengan obat yang diberikan oleh petugas posko kesehatan PT. Medco.
Diakhir pertemuan Haji Uma menyimpulkan bahwa PT. Medco harus memperbaiki teknis kerja penambangan gas sehingga kasus yang sama tidak terjadi lagi kemudian hari. Ia juga meminta agar PT. Medco harus bertanggung jawab terhadap pengobatan korban hingga sembuh termasuk memberikan biaya kompensasi kepada korban.
Menurutnya, dana CRS tidak boleh digunakan untuk penanganan permasalahan keracunan gas. Sehingga, Haji Uma akan menyurati PT. Medco E&P Malaka di Jakarta untuk meminta agar permasalahan keracunan gas tidak terjadi lagi kedepan.
“Tadi kita sudah berkesimpulan bahwa PT. Medco harus memperbaiki teknis kerja agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, kemudian pihak Medco juga harus bertanggung jawab terhadap pengobatan korban sampai sembuh, jika tidak ditangani kami akan menyurati Menteri terkait untuk di evaluasi” pungkasnya. []