Hijrah

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Oleh: Jabal Ali Husin Sab*

Ketika seseorang hendak hijrah dari suatu negeri ke negeri lain, pasti ia akan mempersiapkan perjalanannya. Yang paling utama, ia akan mempersiapkan rute perjalanan mana yang ia tempuh, mempersiapkan peta atau bahkan memilih orang yang akan menjadi pemandu perjalanannya untuk sampai selamat ke tujuan.

Fenomena hijrah yang terjadi dewasa ini adalah baik, namun ibarat musafir yang tidak memiliki pemandu dalam perjalanannya, maka mereka yang hijrah bisa saja tidak sampai di negeri yang ia tuju. Sang musafir bisa saja terlunta-lunta di padang pasir.

Bisa saja ia masuk ke wilayah yang dikuasai para penyamun sehingga bisa saja membahayakan dirinya. Yang pasti tujuannya untuk sampai di negeri kedamaian dan kebahagiaan yang ia ingin tuju hanya sebatas angan-angan dan tak terwujud.

Menjadi Muslim yang lebih Baik
Apabila seorang muslim, kaum muda misalnya, dimana ia telah merasa menyia-nyiakan hidupnya dalam kesia-sian. Atau bahkan mungkin ia melanggar aturan-aturan dalam agama yang ia ketahui adalah dosa, maka timbul kesadarannya untuk menjadi muslim yang lebih baik. Maka penting baginya untuk mencari mereka yang paham tentang agama ini, yang bisa mengenalkan mereka pada Tuhannya, bisa mengajarkan ilmu agama bagi mereka agar bisa beramal shaleh melalui ibadah-ibadah dan berinteraksi sosial (muamalah) dengan baik sesuai dengan tuntunan agama.

Dalam biografi salah seorang tokoh agung Islam, Syekh Abu Madyan Al-Maghribi (asal Andalusia), ditulis oleh Syekh Abdul Halim Mahmud mantan grandsyekh Al-Azhar, Abu Madyan terpaksa hampir terlibat perkelahian dengan saudaranya karena ia menginginkan untuk berhenti menggembala kambing demi mendekatkan dirinya kepada Allah swt.

Setelah ia meninggalkan saudaranya, ia bertemu seorang sufi misterius yang sedang memancing di sebuah sungai. Sang sufi berkata: “pergilah menuntut ilmu, karena Allah tidak disembah dengan kebodohan.”

Akhirnya Abu Madyan menyeberangi Selat Gibraltar, selat yang memisahkan wilayah Andalusia, Eropa dengan daratan utara Afrika. Hingga akhirnya ia sampai ke kota Fez, Maroko. Sebuah kota yang didirkan Maula Idris, keturunan Rasulullah saw. Dari jalur Sayyidina Hasan ra. Kota tersebut adalah kota ilmu dimana hidup banyak ulama dan majelis ilmu hidup dan semarak di kota tersebut.

Abu Madyan belajar dengan beberapa orang syekh hingga ia menjadi seorang ulama besar, alim lahir dan batin. Mencapai derajat ‘Arifbillah (orang yang mengenal Allah) menjadi seorang sufi dan Waliyullah (kekasih Allah yang agung).

Kisah Abu Madyan ini seharusnya menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin hijrah dan menuntut ilmu. Menjadi seorang pemuda hijrah bukanlah sebuah aib atau sesuatu yang layak untuk dicibir. Motivasi yang kuat dengan mencontoh kisah orang shaleh dapat mengubah kita untuk memasuki fase kehidupan yang lebih baik. Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Apabila memang tidak memungkinkan kita untuk menaiki jenjang keilmuan yang tinggi dalam ilmu agama. Maka cukup bagi kita untuk mempelajari ilmu agama yang diwajibkan bagi setiap muslim (fardhu ‘ayn). Senantiasa hadiri majelis para ulama.

Kita mungkin tidak menjadi ulama tapi dengan senantiasa mengaitkan diri dengan para ulama maka akan memungkinkan kita untuk menjadi muslim yang taat dan mendekatkan diri pada keshalehan.

Kisah hijrah di jaman ini juga terjadi di Amerika Serikat, ketika beberapa orang yang saling bersahabat, mengalami kejadian yang membuat salah satu dari mereka menerima hidayah untuk masuk agama Islam. Teman-teman yang lain tak lama juga ikut masuk Islam. Mereka kemudian hijrah secara fisik ke Mauritania, negara yang berada di wilayah sub-Sahara benua Afrika. Negara Mauritania terkenal dengan suku Syinqithi yang dikenal dengan para hafidz dan ahli Alquran.

Salah satu diantara mereka adalah Syekh Hamzah Yusuf yang belajar kepada seorang ulama sufi Syekh Murabbit Al Hajj yang hidup di kampung pedalaman di gurun Sahara. Syekh Hamzah kemudian juga belajar kepada ulama besar asal Maurtania, Syekh Abdullah bin Bayyah. Salah satu ulama yang masuk dalam jajaran 100 tokoh muslin berpengaruh di dunia.

Teman yang lain, Syekh Yahya Rhodus kemudian hihrah ke Tarim, Hadramaut, Yaman. Kota Islam bersejarah yang dihuni oleh banyak keturunan Nabi Muhammad saw. Dari garis Sayyidina Husein ra. Ia belajar di Rubath Darul Musthafa di bawah asuhan Habib Umar bin Hafidz selama beberapa waktu. Keduanya kini aktif berdakwah di Amerika Serikat dan merupakan ulama yang cukup disegani di AS.

Poin penting terakhir yang mungkin penting untuk direnungi adalah bahwa hijrah bukan hanya bagi selebritis ataupun anak gaul. Apabila kita merenungi kisah Hujjatul Islam Imam Al Ghazali, maka dapat kita ambil pelajaran bahwa beliau yang pada masanya telah menjadi seorang alim yang disegani dan memiliki reputasi intelektual yang tinggi, beliau meninggalkan kegiatan mengajar dan memimpin Madrasah Nizamiyah untuk berhijrah secara fisik, beruzlah ke negeri lain (disebutkan beliau uzlah ke Damaskus).

Imam Ghazali meninggalkan jabatan dan kemasyhuran, demi mencapai hakikat keimanan yang sempurna sebagai hamba, bermujahadah nafsu, mengasah batin beliau hingga pada tahap beliau menjadi seorang sufi yang agung, kekasih Allah dan lautan ilmu yang alirannya menjadi sumber pelepas dahaga dan pencerahan bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah secara lahir dan batin. Imam Ghazali mengajarkan bahwa ‘hijrah’ harus terus dilakukan hingga kita benar-benar sampai pada hakikat keimanan dan pengenalan kepada Allah swt.

*Penulis adalah kolumnis acehjurnal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Related Articles

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...