Acehjurnal.com – Kelompok Hamas berencana membebaskan sejumlah warga Israel yang menjadi sandera pada Senin (13/10/2025). Rencana tersebut akan dimulai pukul 08.00 waktu setempat atau setara dengan pukul 13.00 WIB.
Pembebasan sandera ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan ratusan warga Palestina yang selama ini ditahan.
Lokasi pertukaran sandera direncanakan berlangsung di dekat pangkalan militer Israel Re’im. Lokasi ini berada di sekitar perbatasan Jalur Gaza, tempat konflik sering terjadi.
Dari pihak Hamas, akan ada 20 sandera yang dibebaskan pada tahap pertama. Proses pembebasan akan dilakukan dalam tiga gelombang berbeda pada hari yang sama.
Gelombang pertama pembebasan akan dilaksanakan pada pukul 08.00 waktu setempat di dua lokasi berbeda. Kemudian dilanjutkan dengan gelombang kedua pada pukul 09.00 waktu setempat atau 14.00 WIB di tempat lain.
Total keseluruhan sandera yang masih ditahan Hamas saat ini mencapai 48 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang dilaporkan masih dalam keadaan hidup.
Sementara itu, 26 sandera lainnya telah dinyatakan tewas. Masih terdapat dua sandera yang statusnya belum dapat dipastikan, baik masih hidup maupun telah meninggal.
Kedua pihak yang bertikai telah mencapai kesepakatan mengenai penanganan sandera yang telah tewas. Tidak semua jenazah sandera yang tewas akan dikembalikan kepada pihak Israel.
Hal ini disebabkan kondisi jasad para sandera yang sudah tidak dapat ditemukan lagi. Keadaan tersebut merupakan dampak dari bombardir intensif yang dilakukan Israel di kawasan Jalur Gaza.
Kesepakatan ini menandai perkembangan signifikan dalam proses perdamaian antara kedua pihak. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih perlu dipantau lebih lanjut.
Proses pembebasan sandera ini diharapkan dapat membuka jalan bagi resolusi konflik yang lebih berkelanjutan. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan proses pertukaran ini.
Sumber: Berita Asli



