Acehjurnal.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan membangun Aceh yang Islami, maju, serta bermartabat. Pesan ini disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Selasa (24/9).
Sambutan Gubernur yang akrab disapa Mualem itu dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Zulkifli. Dalam pidatonya, Mualem menekankan pentingnya momentum peringatan Maulid Nabi untuk mempererat ukhuwah atau persaudaraan.
Beliau berharap peringatan ini dapat menjadi titik tolak bagi seluruh masyarakat untuk memperbaiki diri dan menguatkan tekad dalam mewujudkan Aceh yang Islami. Tujuannya adalah membangun Aceh yang tidak hanya maju dan bermartabat, tetapi juga berkelanjutan dalam bingkai keislaman yang kental.
Mualem menjelaskan bahwa Maulid Nabi merupakan kesempatan emas untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Beliau merupakan sosok yang membawa cahaya kebenaran bagi umat, dengan teladan kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian,” ujarnya.
Nilai-nilai tersebut, menurut Mualem, harus senantiasa dihadirkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan di Aceh. Gubernur menggarisbawahi bahwa Aceh dianugerahi khazanah sejarah yang panjang dan kaya akan nilai-nilai Islami, serta kekayaan alam yang melimpah.
“Semua anugerah ini akan memiliki makna yang mendalam dan manfaat yang luas jika dikelola dengan akhlak mulia, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW,” tegas Mualem. Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus dirancang secara seimbang, tidak hanya fokus pada infrastruktur dan ekonomi.
Pembangunan juga harus diiringi dengan upaya serius dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat, berilmu pengetahuan, dan berakhlakul karimah. Keseimbangan ini menjadi kunci utama untuk memastikan kemajuan material tidak mengabaikan pembangunan spiritual dan moral.
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembangunan yang seimbang, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan spiritual. Penguatan syariat Islam dan pembinaan generasi Qurani menjadi prioritas utama dalam visi pembangunan tersebut.
Partisipasi aktif masyarakat juga dianggap sebagai kunci penting agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang luas dan merata. Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif bagi kemajuan, kesejahteraan, dan keberlanjutan Aceh.
Dengan berlandaskan nilai-nilai Islami, pembangunan di Aceh diharapkan dapat berjalan efektif menuju terwujudnya Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan. Peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama mewujudkan cita-cita tersebut.
Sumber: AntaraNews



