Acehjurnal.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara resmi mengajak investor asal China untuk menanamkan modal di sektor peternakan di Provinsi Aceh. Ajakan tersebut disampaikan dalam konferensi kerja sama pangan dan pertanian ASEAN-China di Zhengzhou, China, selama tiga hari terakhir.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Rabu (15/10/2025), Mualem—sapaan akrab Gubernur Aceh—menegaskan kesiapan Aceh menerima investasi asing. “Hari ini kami bergerak menuju kemitraan yang konkret. Aceh kaya sumber daya alam. Saya ajak terbuka datang ke Aceh seluruh pengusaha yang hadir di forum ini,” ujar Ketua Partai Aceh tersebut.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Aceh telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare di Kabupaten Aceh Besar. Lahan tersebut ditujukan khusus untuk pengembangan investasi di bidang peternakan.
Mualem juga menunjuk Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Pema) Mawardi untuk menindaklanjuti pertemuan dengan pengusaha China. PT Pema sebagai badan usaha milik daerah akan menjadi mitra strategis investor.
“Disebutkan, pengusaha asing bisa bekerja sama dengan PT Pema selaku badan usaha milik daerah Aceh,” jelas Mualem. Ia menjamin keamanan dan keuntungan berinvestasi di Aceh.
Gubernur menekankan bahwa seluruh investasi yang masuk ditujukan untuk kemakmuran rakyat Aceh. “Saya pastikan investasi di Aceh aman dan saling menguntungkan. Seluruhnya untuk kemakmuran rakyat Aceh,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pema Mawardi Nur menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Mualem. Timnya siap mendorong investasi dari dalam maupun luar negeri.
“Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar langkah ini menjadi awal dari kebangkitan ekonomi Aceh,” tutur Mawardi. Harapannya, kerja sama ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Konferensi yang dihadiri Mualem merupakan ajang ASEAN-China Cooperation and Development Conference on Food and Agriculture, The 4th “Belt and Road” International Agricultural Cooperation Expo. Forum ini menjadi platform strategis untuk menjalin kemitraan.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Aceh dinilai memiliki daya tarik kuat bagi investor bidang peternakan. Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Aceh berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kerja sama dengan investor China diharapkan menjadi pionir masuknya modal asing ke sektor peternakan di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Sumber: KOMPAS.com



