Banda Aceh | AcehJurnal.com – Sebagian etnis Cina di Provinsi Aceh merayakan Tahun Baru Imlek 2572 atau tahun 2021 Masehi di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Jumat (12/2) dinihari.
Pantauan AcehJurnal.com, warga keturunan Tionghoa mulai berdatangan melaksanakan sembahyang dan doa bersama untuk memohon keberkahan. Namun di tengah pandemi, jemaat yang hadir dibatasi. Pengunjung diterapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Di Vihara yang sudah berdiri sejak tahun 1936 tersebut, mereka meminta keselamatan dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa menyambut Shio Sapi Logam.

Jemaat yang hadir dipersilahkan memilih hio aneka ukuran yang tersusun rapi di atas meja. Asap dupa kemudian terlihat mengepul memenuhi seisi ruangan.
Di luar Vihara, sejumlah personel kepolisian terlihat

berjaga-jaga di seputaran lokasi vihara agar tetap aman dan kondusif. Perayaan Tahun Baru Imlek juga turut disaksikan warga asli Aceh. Terlihat sejumlah perempuan berhijab ikut menyaksikan perayaan Tahun Baru Imlek tersebut.

Salah satu jemaat mengaku, perayaan imlek di Aceh berlangsung aman dan lancar. Meskipun etnis Tionghoa merupakan minoritas di provinsi Aceh yang menerapkan Syariat Islam, suasana berlangsung harmonis dan toleran.

“Kami sudah lama hidup berdampingan dan rukun dengan masyarakat asli Aceh sejak Abad ke-17. Masyarakat Aceh sangat toleran dan menghormati kami sebagai saudaranya sendiri,” kata Sekretaris Vihara Dharma Bhakti, Hasan Go alias Cheng Guan.

Saat ini, terdapat sekitar 3.500 hingga 4.000 umat Buddha di ibukota Provinsi Aceh dan empat rumah ibadah. Diantaranya Vihara Dharma Bhakti, Vihara Maitri, Vihara Dwi Samudera dan Vihara Sakyamuni. []



