Diduga Korupsi Dana Gampong, Mantan Keuchik di Lhoksukon Ditahan

Lhoksukon |  – Seorang mantan Keuchik Gampong Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Kejasaan Negeri Aceh Utara. Pria berinisial S (39) ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana gampong pada 2017 lalu. Akibat perbuatannya itu, negara mengalami kerugian mencapai Rp 161,4 Juta lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi mengatakan, kasus ini sudah berlangsung lebih kurang lima tahun lalu. Namun karena ada niat dan itikad baik tersangka, sehingga proses hukum akan tetap berjalan.

“Hasil pemeriksaan, uang tersebut dipinjam oleh tersangka dari bendahara untuk kepentingan pribadinya. Selain itu, ada dana yang seharusnya untuk mendirikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), namun tidak didirikan karena uangnya dipakai. Itu digunakan secara bertahap untuk pribadi,” kata Pipuk Firman Priyadi pada Rabu (6/1/2021) malam.

Dari hasil penyidikan pada November 2020 lalu, penyidik berhasil memeriksa tersangka sebagai saksi. Namun dikarenakan bukti dan saksi sudah cukup, tersangka langsung ditahan dan dibawa ke Lapas IIB Lhoksukon.

“Dalam kasus ini, kita telah menunjuk dua Jaksa Penuntut Umum yaitu Wahyudi Kuoso dan Juliadi Lingga. Sedangkan pemeriksaan lanjutan akan kita lakukan setelah dia menunjuk penasihat hukumnya,” tambahnya.

Menurutnya, penahanan terhadap tersangka dilakukan karena dikhawatirkan pelaku akan kabur. Selain itu, pelaku juga dikhawatirkan akan menghilang barang bukti atau mengulangi tindak pidana. Sedangkan penahanan akan dilakukan selama 20 hari kedepan.

“Kepada tersangka penyidik menyangkakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. “pungkasnya. [WASPADA ACEH]

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT