Curi Uang dan Perkosa Nenek, Kuli Bangunan asal Sumut Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Seorang pria berinisial SM (38) terpaksa meringkuk di sel tahanan Polresta Banda Aceh. Warga Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Provinsi Sumatera Utara ditangkap polisi karena terlibat tindak pidana pemerkosaan dan pencurian.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kasatreskrim Kompol Fadilah mengatakan, korban terbukti memerkosa seorang perempuan berinisial CMS (59), warga Desa Peunayong Kecamatan Kuta Alam kota Banda Aceh. Tak hanya itu, pelaku juga turut menganiaya dan sekaligus mengambil uang milik korban.
“Pelaku bekerja sebagai kuli bangunan. Sekitar setahun lalu, pelaku pernah bekerja di samping rumah korban. Sehingga pelaku tahu tentang aktifitas keseharian korban,” ujar Kasatreskrim Kompol Fadhillah kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).
Menurutnya, korban merupakan seorang janda yang tinggal sendirian di rumahnya. Mengetahui hal itu, pelaku memanfaatkannya kesempatan untuk melancarkan aksi bejatnya tersebut.
Kronologisnya, pelaku mengendap ke dalam rumah korban pada 24 September 2022 sekira pukul 03.00 WIB. Pelaku masuk dengan cara merusak pintu belakang rumah korban.
“Saat korban hendak ke dapur, pelaku tiba-tiba memukul punggung korban dengan sebatang balok. Lalu pelaku ikut menyeret dan membekap mulut korban dengan jilbab milik korban,” ujarnya lagi.
Saat korban diketahui tak berdaya, korban kemudian memperkosa korban. Pelaku juga mengobrak-abrik lemari dan mengambil uang Rp300 ribu milik korban. Pelaku kemudian langsung melarikan diri usai memastikan korban sudah tak sadarkan diri.
“Berdasarkan hasil visum et repertum, ditemukan sejumlah luka di dada, badan dan bagian vital korban,” tambah Kompol Fadhillah.
Usai mendapat laporan dari korban, petugas langsung memburu keberadaan pelaku. Pelaku sempat melarikan diri ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Pada 21 November 2022, pelaku lalu dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satreskrim Polresta Banda Aceh.
“Pada 10 Januari 2023 kita memperoleh informasi bahwa tersangka sedang berada di rumahnya di Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya lagi.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 48 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Subs pasal 363 KUHPidana dan diancam dengan cambuk paling sedikit 125 dan paling banyak 175 kali.
“Kemudian Pasal 363 KUHPidana dan diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT