SINGAPURA, ACEHJURNAL.com – Perusahaan energi Conrad Asia Energy berhasil menemukan cadangan gas biogenik besar di perairan dangkal Aceh. Berdasarkan laporan dari lembaga independen THREE60 Energy, cadangan gas yang ditemukan mencapai 214 miliar kaki kubik di tiga dari empat lokasi akumulasi gas.
Cadangan ini terletak di dua wilayah kontrak bagi hasil (PSC) milik Conrad, yaitu Offshore North West Aceh dan Offshore South West Aceh. Meski begitu, potensi kedua wilayah tersebut jauh lebih besar di perairan dalam.
“Analisis data seismik menunjukkan adanya struktur-struktur berpotensi besar di perairan dalam yang totalnya bisa mencapai 15 triliun kaki kubik gas alam. Munculnya chimneys gas dan flat spot di data seismik jadi indikasi kuat adanya hidrokarbon,” jelas juru bicara Conrad, Jumat (3/5/2024).
Untuk menindaklanjuti temuan ini, Conrad berencana melakukan survei seismik 3D baru seluas 500 kilometer persegi di masing-masing wilayah PSC pada akhir tahun ini. Selain itu, mereka juga akan memproses ulang data seismik 2D yang sudah ada.
Survei baru ini bertujuan mendeteksi lokasi pengeboran berisiko rendah di dekat cadangan perairan dangkal yang sudah ditemukan. Tak hanya itu, survei ini juga untuk memastikan potensi cadangan besar di perairan dalam.
Saat ini, Conrad tengah mempersiapkan perizinan lingkungan untuk survei seismik yang akan diajukan ke pemerintah. Keberhasilan eksplorasi di Aceh akan memperkuat posisi Conrad sebagai perusahaan energi independen terkemuka di Asia Tenggara, terutama di bisnis migas perairan dalam.
Sebelumnya, Conrad mengumumkan kenaikan 75 persen total cadangan di wilayah lepas pantai barat laut dan barat daya Aceh dalam setahun terakhir. Ini menunjukkan besarnya potensi dari dua blok PSC mereka.



