Catatan Jurnalis Siasati Blokade TNI/Polri untuk Menembus Markas GAM (Tamat)

Jam-jam rawan terjadi kontak senjata di sepanjang jalan biasanya pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, aku sebagai fotografer dan Hasan yang saat itu masih berstatus calon reporter (carep) mendapat tugas dari Republika meliput Acara Tablik Akbar Republika bersama KH Aa Gym di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 1 Desember 2002.

Ikut pula pada acara tersebut Direktur Utama Republika, Dudi Gambiro, Zulkifli Lubis (sirkulasi), dan Ila Failani (promosi). Kami menginap di Hotel Kuala Tripa Banda Aceh. Selain meliput acara tersebut, aku juga mendapat tugas mendampingi Dudi Gambiro bertemu Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen Djali Yusuf.

Bagi Hasan, mungkin ini liputan pertamanya yang menegangkan dan penuh tantangan. Mungkin pula membanggakan untuk dikenang. Selepas liputan itu, Hasan diangkat menjadi reporter tetap dan kariernya terus meroket, melampaui puluhan seniornya. Hingga kini ia menduduki jabatan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Republika sejak Mei 2016.

Catatan Jurnalis Siasai Blokade TNI/Polri untuk Menembus Markas GAM (3)

Pada Desember 2007, Selamat Ginting bergabung ke Republika menduduki jabatan Wakil Redaktur Pelaksana (Waredpel) Bidang Politik, Hukum dan HAM. Saat ini, Selamat Ginting di deks wartawan senior Republika.

Pada akhir November 2003, Bang Jafar tewas ditembak oleh kelompok bersenjata tak dikenal saat mengendarai mobilnya usai melintas di kawasan Pidie.

Pada 12 September 2004, tante Cut Sofia tewas setelah rumahnya di Gampong Teupin Panah diberondong peluru oleh gerombolan tak dikenal yang diduga kelompok b

Advertisement

ersenjata GAM. Tante Cut Sofia wafat di usia 59 tahun dan dimakamkan disamping makam kakekku Teuku Beun Seuman.

Usai ibunya wafat, Esti Wukirsari pindah ke Jakarta pada Oktober 2004. Pada 2005, ia melamar menjadi wartawan di KBR 68 H Jakarta. Pada 2006, ia balik ke Aceh sebagai wartawan di radio Antero Banda Aceh. Pada 2009, ia kembali ke Jakarta sebagai wartawan RRI Pusat Pemberitaan hingga sekarang bertugas di RRI Tarakan, Kalimantan Utara.

Pada 26 Desember 2004, gempa dan tsunami meluluhlantakan Kota Banda Aceh. Hotel Kuala Tripa tempat kami sempat menginap rubuh dan rata dengan tanah diguncang gempa dan tsunami.

Panglima Teuku Darwis Jeunib saat ini aktif berpolitik sebagai Ketua DPW Partai Aceh Bireuen sejak 2007 dan anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Aceh sejak 2013.

Aku terus bertugas sebagai fotografer dan bolak-balik meliput konflik bersenjata di provinsi berjulukan Serambi Makkah itu. Pada 19 Mei 2003, Presiden RI Megawati mengumumkan penetapan Darurat Militer di Aceh. Aku kembali diterjunkan meliput aktivitas GAM bertempur dengan TNI/Polri.

Saat gempa dan tsunami menghancurkan kota Banda Aceh pada 26 Desember 2004, aku ditugaskan meliput sekaligus mengawal misi kemanusiaan dan membawa bantuan sembako pada 29 Desember 2004. Aku merangkap tugas sebagai reporter dan fotografer.

Pada akhir Januari 2005, aku kembali ke Jakarta dan bertugas sebagai reporter. Setelah berpindah-pindah desk liputan metro, hiburan, dan olahraga, akhirnya aku ditugaskan sebagai reporter untuk wilayah Kota Depok hingga saat ini, 2021. []

Sumber : Republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT