BPKS Kembangkan Marina Yacht Pulo Klah

Acehjurnal.com – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Provinsi Aceh melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara BPKS dengan PT Marina Del Ray, Lombok yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (5/5/2021) dalam upaya membangun dan mengembangkan pariwisata daerah kawasan Sabang.

Dalam kesempatan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan kawasan Marina Yacht di Kawasan Pulo Klah yang dinilai memiliki struktur alam yang sangat cocok dan berpotensi sebagai salah satu lokasi tempat berkumpulnya para yachter yang berkunjung ke Sabang.

Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain menandatangani langsung dokumen MoU didamping Wakil Kepala BPKS T. Zanuarsyah, dan sejumlah pejabat lainnya. “MOU ini merupakan langkah awal yang baik bagi BPKS, dan BPKS akan memberikan kemudahan fasilitas dengan otoritas yang dimiliki hingga investasi di Kota Sabang dan Aceh akan lebih baik,” tegasnya.

“MOU ini merupakan langkah awal yang baik bagi BPKS dan Kami dari BPKS akan memberikan kemudahan fasilitas dengan otoritas yang dimiliki oleh BPKS hingga investasi di Aceh akan lebih baik,” tegasnya.

Sementara dari PT Marina Del Ray Lombok, MOU ditandatangani oleh Presiden Direktur, Raymond Leonard Lafontaine. Penandantanganan disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia untuk Provinsi Aceh, Achris Sarwani, Asisten Deputi penguatan daya saing kawasan Kemenko Perekonomian RI, Kartika Listriani, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Direktur Promosi dan Kerjasama BPKS, Maya Safira menambahkan kegiatan penadatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari serangkaian kegiatan promosi d

Advertisement

an fasilitasi yang telah dilakukan oleh KPw BI Provinsi Aceh sebelumnya. Kerjasama tersebut bermula dari promosi proyek pengembangan marina milik BPKS kepada perusahaan PMA PT. Marina Del Ray sebagai pengelola Yacht Marina di Nusa Tenggara Barat dengan ditindaklanjuti dengan one on one meeting dengan perusahaan induk asal Australia, Marine Industrial Development, Ltd. (MDI Ltd).

“Pengembangan yacht marina direncanakan memanfaatkan lokasi Pulau Klah yang memiliki akses serta kedalaman natural perairan yang cocok untuk pembangunan marina (dermaga) berkapasitas hingga 350 yacht,” katanya.

Menurutnya, pembangunan pada lahan seluas 1 hektar dan laut seluas 6,25 hektar di desain untuk dapat menampung kapal yacht berukuran lambung hingga 35 meter. Selain itu, investasi yang diperkirakan bernilai US$15 juta ini juga direncanakan menyediakan fasilitas pengisian bahan bakar, pelabuhan kapal cepat serta yacht club untuk memenuhi kebutuhan berlayar para yachters.

“BPKS selaku badan otorita kawasan siap mendukung penuh investasi yang akan dilakukan melalui kemudahan perizinan serta penyediaan fasilitas-fasilitas dasar yang menjadi kewenangannya,” tambah Maya.

Maya menjelaskan pembangunan marina di kawasan paling barat Indonesia sangat bermanfaat bagi negara untuk dapat mengoptimalkan pasar Yachters dunia yang setiap tahunnya melintasi perairan Indonesia.

“Selain itu, hal tersebut sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Sabang, khususnya yang bergerak di bidang pariwisata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah dan sebagai katalis pertumbuhan pelaku sektor pariwisata,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT