Banda Aceh | AcehJurnal.com – Kepala BNNP Aceh Brigjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melakukan audiensi dengan Kepala Kesbangpol Aceh Dedy Yuswadi, Banda Aceh, Senin (6/5/2024). Pertemuan itu dalam rangka membahas program pemberantasan pengunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Aceh. Dalam pertemuan itu, Kesbangpol Aceh sebagai salah satu mitranya.
Turut didampingi Kombes. Pol. Andri Koko Prabowo, S.I.K., M.H (Kabid. Pemberantasan), Agus Mulya, S.Pd., M.Si (Kabag Umum), Dedi Andria, SKM (katim pencegahan), Suharmansyah, S.Sos., M.I.Kom (katim pemberdayaan masyarakat), Saiful, S.Pd (katim rehabilitasi), Ilham Syahdana (katim kehumasan), dan Zul Fahrul, SE (katim perencanaan). Dalam pertemuan itu, BNNP Aceh ikut memaparkan keadaan narkoba di Aceh yang kian memprihatinkan.
“Jika tidak ditangani bersama-sama maka dikhawatirkan akan menghilangkan 1 generasi bangsa ,” ucap Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Marzuki Ali Basyah.
BACA JUGA :
Semarakkan PON XXI Aceh-Sumut 2024, BNNP Aceh Fasilitasi Lahan Parkir
Baru Tiga Hari Dilantik, Ketua BNNP Aceh Bongkar 251 Kg Ganja
BNN Akui Kesulitan Awasi Penyelundupan Narkoba di Perairan Aceh
Jenderal bintang satu ini menyampaikan bahwa harus ada perhatian lebih untuk permasalahan narkoba di Aceh, khususnya bagian rehabilitasi. Karena, banyak masyarakat atau korban penyalahguna narkoba yang memerlukan layanan ini, namun dikarenakan minimnya pembiayaan untuk rehabilitasi (swasta) dan keterbatasan kuota rehabilitasi BNN yang tersedia di indonesia, membuat beberapa korban dan keluarga terhalang untuk melakukan rehabilitasi.
“Keterbatasan ini jangan kita jadikan pematah semangat untuk korban atau keluarga yang ingin berubah menjadi lebih baik, kita harus bantu dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan, keterbatasan ini mungkin bisa kita cari solusinya bersama-sama dengan kesbangpol,” ucapnya.
Selain itu, Brigjen Pol. Marzuki juga menyampaikan bahwa pentingnya melahirkan sebuah regulasi daerah seperti peraturan gubernur (pergub) dan berharap kesbangpol Aceh dapat menginisiasi hal tersebut.
Kepala Kesbangpol Aceh Dedy Yuswadi, AP menyambut baik audiensi ini. Ia juga menyatakan siap mendukung program-program P4GN yang akan dilaksanakan di Aceh.
“Saya siap mendukung program P4GN ini, dan sama-sama kita kawal hingga prosesnya selesai, kita bantu masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk rehabilitasi,” ujar Kepala Kesbangpol Aceh, Yuswadi.
Perlu diketahui sebelumnya bahwa layanan rehabilitasi di BNN tanpa biaya. Namun kuota untuk mendapatkan layanan tersebut sangat sedikit, dikarenakan korban penyalahguna narkoba yang direhabilitasi adalah mencakup setiap daerah di seluruh indonesia. Selain itu di BNNP Aceh sendiri memiliki layanan rehabilitasi rawat jalan sebagai alternatif untuk proses pemulihan ringan dan tidak dikenakan biaya sedikitpun.[]