Besok, 23 Nelayan Aceh Dipulangkan dari Thailand

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Sebanyak 28 nelayan Aceh asal Kabupaten Aceh Timur yang telah dibebaskan atas pengampunan raja Thailand rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya. Informasi diperoleh, nelayan asal Aceh tersebut bertolak melalui penerbangan Songkla ke bandara internasional Soekarno Hatta pada Kamis (27/1) besok.
Hal ini disampaikan anggota DPR Aceh, Iskandar Al Farlaky dalam keterangan resminya. Politikus Partai Aceh Dapil Aceh Timur ini menjelaskan, mereka selama ini ditahan oleh otoritas keamanan kerajaan Thailand karena didakwa mencuri ikan di perairan setempat.
Dirinya mengaku telah menerima surat pemberitahuan tertanggal 25 Januari 2022 dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI yang ikut ditembuskan kepadanya.
“Saya sudah terima surat tembusan ini. Insya Allah mereka (nelayan) akan segera bertemu dengan keluarganya,” ujar Iskandar Al Farlaky.
BACA JUGA : Thailand Kembali Bebaskan 28 Nelayan Aceh
Anggota  DPRA yang selama ini aktif mengadvokasi nelayan Aceh ini menjelaskan, mereka  dibebaskan atas dasar pemberian ampunan oleh Raja Rama X pada saat ulang tahun Raja tanggal 7 Januari 2022. Mereka merupakan bagian dari 32 nelayan Aceh awak KM Rizki Laot yang ditangkap keamanan Thailand diantara Pulau Yai dan Pulau Phuket, lepas pantai Phang Ngah, pada tanggal 9 April 2021.
“Empat nelayan yang masih dikategorikan anak-anak bawah umur telah dipulangkan 8 September 2021 lalu,” ujar Sekretaris Komisi V DPRA tersebut.
Ia menambahkan, sementara 28 nelayan lainnya diputuskan bersalah atas penangkapan ikan secara ilegal berdasarkan UU Perikanan Komersial, Ketenagakerjaan, dan Keimigrasian, serta dijatuhi hukuman denda antara THB 300-500rb atau hukuman penjara maksimal 2 tahun penjara.
“Jika dihitung, mereka baru bisa bebas April 2023. karena ampunan Raja Rama, mereka akhirnya bisa bebas,” ujarnya lagi.
Menurut Iskandar, sejak pertama ditangkap Konsulat RI Songkla telah andil membantu para nelayan Aceh, menyediakan penerjemah, termasuk bantuan pakaian dan perlengkapan mendasar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kemlu RI, KBRI Bangkok, KRI Songkla, Panglima Laot Aceh/Sekjend Miftah Cut Adek, Pemerintah Aceh, dan semua pihak yang telah ikut membantu pembebasan mereka.
“Sesuai permintaan pihak Kemlu, saat setibanya di Jakarta kita minta Kantor Penghubung Aceh di Jakarta agar dapat menfasilitasi para nelayan kita. Kami juga akan berkomunikasi dengan Kepala Penghubung Aceh di Jakarta, Dinas Sosial dan Dinas Perikanan Kelautan Aceh,” pungkasnya. []
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT