Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Skala Besar, DPRA Apresiasi Polda Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com –  Jajaran Polda Aceh terus melakukan pemberantasan pengguna dan peredaran narkoba di bumi Serambi Mekkah yang kini kian meresahkan. Hampir setahun, barang haram itu berhasil digagalkan dimasa Irjen Pol Wahyu Widada menjabat Kapolda Aceh. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya hampir satu ton narkotika jenis sabu-sabu.

Bahkan sepanjang tahun 2021, Polda Aceh berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 404 kilogram (kg) dan sekarang sudah dimusnahkan pada Rabu 10 Maret lalu.

Wakil Ketua DPRA, Safaruddin memberikan apresiasi kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada atas kinerjanya dalam pemberantasan narkoba di Aceh. Apresiasi ini disampaikan saat dirinya bersama rombongan dari Fraksi Gerindra DPR Aceh beruadiensi dengan Kapolda Aceh pada Rabu (31/3/2021) kemarin.

“Kita memberikan apresiasi kepada Kapolda dalam pemberantasan narkoba,” kata Safaruddin kepada AcehJurnal.com, Kamis (31/3).

Dalam audiensi itu, Safaruddin turut didampingi oleh Ketua Fraksi, Abdurahman Ahmad dan anggota Fraksi, Khairil Syahrial, Kartini Ibrahim, Ridwan Yunus, dan Taufik.

Prestasi pengungkapan kasus tersebut, lanjutnya, tentu harus terus dipertahankan agar Aceh terbebas dari peredaran barang haram tersebut.

“Tentunya prestasi ini harus terus dilanjutkan dan dipertahankan. Karena kita anggap narkoba bagian dari musuh kita bersama untuk penyelamatan generasi Aceh ke depan,” ujar politikus muda Gerindra ini.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua III DPRA ini juga meminta Kapolda Aceh untuk membuka dengan seterang-terangnya kasus dugaan investasi bodong yang sudah meresahkan masyarakat.

Dalam kasus tersebut menyeret pemilik (owner) usaha Yalsa Boutique, sebuah butik yang bergelut dalam bisnis penjualan busana syar’i di Aceh dan beberapa provinsi lainnya.

Saat ini, kasus dugaan investasi bodong ini masih dalam penangangan penyidik Polda Aceh. Bahkan, penyidik sudah menyita beberapa harta milik owner Yalsa Boutique.

“Kami minta kepada pihak Polda Aceh untuk menuntaskan seterang-terangnya kasus ini dan memastikan apakah masih ada harapan para nasabah mendapatkan kembali uang mereka atau tidak,” katanya.

Sementara Kapolda Wahyu Widada mengatakan bahwa kasus ini masih dalam proses.

“Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dengan investasi dan masyarakat harus lebih selektif ke depannya,” ujar Safaruddin mengulang ucapan Kapolda.[Parlementaria]

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT