Aceh Besar | AcehJurnal.com – Letak geografisnya yang unik dan indah, di atas bukit di lereng pegunungan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, memiliki banyak potensi wisata alam yang bagus. Salah satunya adalah agrowisata durian di Gampong Geunteut dan Lamsujen.
Setiba di lokasi, sejumlah mobil mewah terlihat berbaris rapi di pinggir jalan. Mobil itu umumnya milik warga Kota Banda Aceh yang sengaja datang ke kawasan Lhoong untuk berburu durian.
Di sisi jalanan aspal, terlihat agen pengepul durian menyapa para penyintas dengan ramah.
Begitu ada mobil yang menepi, mereka langsung menawarkan durian.
“Neupiyong. Nyompat na nyang leubeh get. Asoe jih teubai ngon mangat bee (silahkan mampir. Ini ada yang lebih bagus. Dagingnya tebal dan aromanya juga wangi),” kata salah satu pedagang dengan ramah.
Warga menenteng durian yang baru jatuh dari pohonnya di Gampong Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Foto Taufik Ar Rifai
Satu buah durian dijual dengan kisaran harga antara Rp 30-100 ribu. Buah durian lokal dijual Rp 20 ribu, sementara jenis musang king Rp 200 ribu per kilogram. Buah durian yang sudah matang biasanya akan jatuh dari pohonya. Dengan kondisi buah yang masih segar, durian yang baru saja jatuh dari pohonnya bisa langsung dibeli pengunjung.
Saat memasuki liburan akhir pekan, arus pengunjung meningkat. Ini dikarenakan sebagian besar di kawasan pesisir Barat Selatan Aceh sudah mulai memasuki masa panen.
Asril salah satu pengunjung asal Banda Aceh mengatakan, rasa penasaran akan sensasi makan langsung buah durian yang baru saja jatuh dari pohon mendorong dirinya untuk datang.
“Rasanya enggak kalah sama durian yang biasa dijual di pinggir jalan kota Banda Aceh. Kalo disini, lebih fresh karena selain bisa membeli langsung dan harganya terjangkau,” kata Asril kepada AcehJurnal.com saat ditemui di lokasi, Minggu (25/7/2021).
Warga mengangkut durian di gampong Geunteut Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Foto Taufik Ar Rifai
Selain dapat membeli langsung, Asril mengaku alasanya karena ingin refreshing menikmati suasana wisata alam yang masih kental suasana pedesaan.
Selain buah durian, kawasan agrowisata ini juga ditanami rambutan dan manggis. Kedua buah segar ini bisa dibeli langsung dari masyarakat setempat.
Saat lelah, pengunjung bisa beristirahat sambil rebahan sejenak berteduh di jambo yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Selain bernaung di bawah rindangnya pepohonan, pengunjung juga bisa menyelami jernihnya air sungai yang mengalir langsung dari mata air pegunungan Lhoong.
Mengingat lokasi Argowisata Durian Lhoong hanya terpaut jarak 50 km dari kota Banda Aceh dengan durasi tempuh sekira 45 menit dengan kecepatan dipacu rata-rata 70 km/jam. []